JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam program Satu Meja, Staf Ahli Polri, Aryanto Sutadi mengaku prihatin. Menurutnya, semangat transformasi memang ada di tingkat pusat, bahkan sudah dibentuk tim percepatan reformasi internal. Tetapi problem terbesar justru berada di lapangan.
Ia menyebut, sembilan tuntutan masyarakat terhadap Polri—mulai dari lemahnya pengawasan, perilaku arogan, budaya hedonis, hingga pelayanan lambat—sebenarnya sudah dijawab secara konseptual. Namun persoalannya, konsep itu belum diterjemahkan menjadi petunjuk taktis yang mudah dipahami anggota di lapangan.
Sementara itu Pengamat Kepolisian, Muradi menilai persoalan tak hanya soal teknis, tetapi juga kultur. Ia menyebut kultur militeristik dan pola komando vertikal masih kental, sehingga anggota di bawah menjadikan pimpinan sebagai rujukan utama.
Dari perspektif akademik, Guru Besar Fakultas Hukum UI, Sulistyowati Irianto menyoroti aspek budaya hukum. Ia menilai polisi adalah refleksi masyarakat. Namun sebagai aparat negara, polisi harus menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan kekuasaan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/cRN1XXfgOrc
#polisi #reformasi #kapolri
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- polri
- polisi
- reformasi
- pelajar
- tual
- tewas




