KLH Bekukan 80 Izin Lingkungan Tambang Batu Bara dan Nikel Usai Evaluasi di 14 Provinsi Kritis

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup membekukan 80 izin lingkungan tambang batu bara dan nikel setelah melakukan evaluasi terhadap ratusan unit usaha ekstraksi di 14 provinsi kritis.

Langkah pembekuan itu diumumkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq usai Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Evaluasi 1.358 Unit Tambang

Hanif menyatakan evaluasi dilakukan terhadap 1.358 unit ekstraksi batu bara dan nikel yang tersebar di berbagai daerah.

"Jadi, kita memiliki 1.358 unit ekstraksi batu bara dan nikel yang saat ini sedang kita evaluasi. Sampai hari ini baru selesai 250 unit. Dari 250 unit ini yang kita bekukan izin lingkungannya ada sekitar 80," kata Hanif Faisol Nurofiq.

Ia menegaskan jumlah izin yang dibekukan berpotensi bertambah karena proses evaluasi masih terus berjalan.

Salah satu aspek yang dievaluasi adalah kontribusi kegiatan pertambangan terhadap potensi banjir di suatu daerah.

Fokus evaluasi saat ini menyasar 14 provinsi yang memiliki jumlah tambang batu bara dan nikel dalam skala besar.

Pendekatan Hukum dan Potensi Penerimaan Negara

Hanif menjelaskan setiap temuan lapangan akan ditindaklanjuti melalui pemanggilan penanggung jawab perusahaan dan penyusunan berita acara sebelum masuk ke ranah hukum.

"Jadi, hasil analisa dipanggil penanggung jawabnya, kemudian disusun berita acara, temuan lapangan. Setelah itu digeser ke pendekatan hukum," ujarnya.

Pendekatan hukum tersebut dapat berupa sanksi administrasi melalui paksaan pemerintah untuk melakukan audit lingkungan hingga gugatan perdata.

KLH/BPLH melalui Deputi Penegakan Hukum Gakkum saat ini tengah mengawal 30 kasus, termasuk yang diproses melalui pengadilan.

Hanif menyebut gugatan dilakukan sebagai peringatan agar perusahaan lain memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

"Mungkin penerimaan negaranya akan sangat besar, karena mungkin hampir Rp5-6 triliun ini kita akan peroleh dari ketidaktaatannya. Ini bukan berarti kita memanfaatkan ini sebagai satu-satunya, tidak. Ini deterant efeknya kita harapkan akan menggema, sehingga yang lain akan berhati-hati," kata Hanif Faisol Nurofiq.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Suara Ulama Bergema, Umat Menimbang Makna
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Petani Korban Bencana di Padang, Gagal Panen hingga Sawah Tidak Bisa Ditanam
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Bakal Perkuat Kemitraan Strategis RI–UEA
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung: Kasus Alex Noerdin Gugur Demi Hukum, Kerugian Negara Diusut Perdata
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Alex Noerdin Disemayamkan di Rumah Anaknya di Jaksel
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.