Kemensos dan BGN Matangkan Skema MBG Lansia dan Disabilitas

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan program nasional tersebut dapat menjangkau kelompok rentan secara lebih luas dengan standar gizi yang terukur.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/2).

"Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya," ujar Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas ini merupakan pengembangan dari program Permakanan yang selama ini telah dijalankan Kementerian Sosial. Sebelumnya, bantuan makanan siap santap bagi lansia dan penyandang disabilitas disalurkan melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas) di daerah. Ke depan, skema MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya lebih luas serta kualitas gizinya lebih terstandar.

Gus Ipul menjelaskan, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang tersebar di berbagai daerah. Sementara itu, penjangkauan dan pendistribusian kepada penerima manfaat tetap dilakukan melalui mekanisme layanan sosial Kemensos yang telah berjalan selama ini.

"Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver," jelas Gus Ipul.

Sasaran program ini adalah lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga 5. Prioritas diberikan kepada lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga memerlukan dukungan pemenuhan gizi secara langsung.

"Terima kasih Prof Dadan, selama ini telah membimbing kami untuk menyusun satu konsep, sehingga ini sudah terintegrasi dengan MBG secara menyeluruh," tambah Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menilai sinergi antara BGN dan Kemensos akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan, mengingat jaringan SPPG telah tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.

"Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 Km," ujar Dadan.

Ia menambahkan, pembagian peran yang jelas antara BGN dan Kemensos akan membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan berjalan lebih efektif.

"Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya," jelasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, jajaran staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta Tenaga Ahli BGN Arief Nur Rakhman.

Lihat juga Video: Mensos: Anggaran MBG Lansia dari BGN, Kemensos Siapkan Perawat




(akn/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imbas Kerusuhan di Meksiko, KBRI Imbau WNI Tidak Keluar Rumah
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kemhan Sebut 4.000 ASN Dilatih Komcad Bersifat Sukarela, Bakal Diseleksi
• 8 jam laludetik.com
thumb
Rusia Mampu Lanjutkan Perang Hingga 2026
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Momen Spontan Prabowo Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Mahasiswi Indonesia di Yordania
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.