JAKARTA, KOMPAS.TV - Staf Ahli Polri Aryanto Sutadi mengakui setiap Kapolri selalu datang dengan niat memperbaiki institusi. Namun sering kali, semangat perubahan hanya terasa di tingkat pusat.
Aryanto mendorong perubahan konkret: keteladanan pimpinan, pengawasan ketat, penindakan tanpa impunitas, hingga pakta integritas dengan tenggat evaluasi yang jelas.
“Kalau tiga bulan tidak ada perubahan, pimpinan harus siap diganti,” tegasnya.
Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim mengakui, tantangan terbesar saat ini adalah mengembalikan keyakinan publik.
Ia menegaskan, masyarakat sejatinya tidak membenci polisi. Publik merindukan polisi yang benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan.
Guru Besar Fakultas Hukum UI Sulistyowati Irianto menegaskan, masih ada titik terang dari dalam tubuh kepolisian sendiri: para polisi wanita atau polwan.
Menurut Sulis, sejumlah riset menunjukkan masyarakat cenderung lebih nyaman ditangani polwan. Pendekatan yang lebih empatik dan minim kekerasan dinilai efektif, bahkan dalam kasus berat.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/cRN1XXfgOrc
#polisi #reformasi #kapolri
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- kapolri
- polri
- reformasi
- polisi
- evaluasi





