Kemenkes Pastikan 55 Prodi Baru PPDS Berbasis RS Penuhi Standar ACGME untuk Jaga Mutu Pendidikan Dokter Spesialis

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan 55 program studi tambahan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit telah memenuhi akreditasi Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME) guna meningkatkan sistem pembelajaran dan hasil pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam penetapan peserta didik PPDS di enam Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Periode II Tahun 2025–2026 di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan banyak pihak khawatir semakin banyak program studi yang dibuka akan berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran.

Namun, ia memastikan dengan standar ACGME dari Amerika Serikat, seluruh proses dan prosedur tetap terkontrol serta berkualitas.

"Mulai dari rekrutmen, pemilihan muridnya, pemilihan gurunya, cara gurunya mengajar, sikap dari dan sistem pembelajarannya, berapa jam dia harus belajar, dan kualitas hasil pendidikannya, dan juga yang paling penting kualitas mental dari para peserta didiknya," ungkapnya.

Dalam batch ketiga PPDS RSPPU, sebanyak 58 dokter dari daerah akan menempuh pendidikan spesialis dan setelah lulus akan kembali untuk melayani masyarakat di daerah asalnya.

Saat ini terdapat enam program studi PPDS dan Kementerian Kesehatan berencana menambah jumlah program studi tersebut.

Progres PPDS Dinilai Baik oleh ACGME

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa menurut ACGME, progres PPDS selama dua semester pertama dinilai baik dan menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program sesuai standar.

Ia menegaskan program studi tidak bisa dibuka sebanyak-banyaknya karena ACGME tetap melakukan pengawasan untuk menjaga kualitas pendidikan dalam program PPDS RSPPU.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut ACGME cukup puas dengan kinerja Indonesia dalam pelaksanaan program tersebut.

"Insyaallah kalau tidak ada apa-apa, tahun ini kita akan coba untuk 20 lagi diakreditasi oleh mereka," ujarnya.

Kebutuhan Dokter Masih Tinggi

Dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Kesehatan akan membuka 52 Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama RSPPU dan 55 program studi.

"Di mana di sini akan kita coba launching di tahun 2026 untuk melengkapi prodi-prodi yang akan juga dibuka oleh teman-teman di Kemendikti. Jadi sekali lagi, saya berharap ini tidak dipertentangkan. Tetapi ini adalah dua hal yang saling menguatkan di dalam rangka mempercepat pendidikan dokter spesialis dan hasilnya di Indonesia," kata Azhar.

Azhar menyebut Indonesia masih membutuhkan 92 ribu dokter umum, 129 ribu dokter gigi, dan 51 ribu dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, Kementerian Kesehatan membuka program PPDS RSPPU guna melengkapi sistem pendidikan kedokteran berbasis universitas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mie Sedaap Sebut Tak Ada Karyawan yang Di-PHK dan Dirumahkan
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lawatan ke Abu Dhabi, Presiden Diagendakan Bertemu dengan MBZ
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Harapan-Ketakutan Warga Iran Soal Potensi Serangan AS
• 15 jam laludetik.com
thumb
Lagi, Direktur XLSmart Tambah Koleksi 140 Ribu Saham EXCL
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kebiasaan naik kendaraan pribadi penyebab kebijakan belum berhasil
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.