Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi masih menjadi penyebab kebijakan terkait transportasi umum belum sepenuhnya berhasil.
“Problem utamanya adalah karena kebiasaan orang masih menggunakan transportasi pribadi, sehingga integrasi yang sudah dilakukan, menyangkut integrasi transportasi, visi, kebijakan, tarif, operasional supaya orang naik kendaraan umum itu belum sepenuhnya berhasil karena memang harus mengubah kebiasaan,” kata Pramono saat wawancara khusus dengan ANTARA di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Kendati demikian, Pramono mengaku terus berupaya untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan membuat berbagai kebijakan. Salah satunya adalah menggratiskan 15 golongan untuk menggunakan transportasi umum.
Selain itu, Pramono juga mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 6 tahun 2025 yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
Pramono juga membuat Transjabodetabek agar warga-warga wilayah penyangga yang bekerja di Jakarta bisa menggunakan transportasi umum.
Baca juga: DKI keluarkan Rp6,4 T untuk subsidi transportasi hingga air
“Dan itu terbukti bahwa dalam waktu satu tahun pemerintahan yang saya pimpin, ada kenaikan yang signifikan orang naik transportasi umum,” ungkapnya.
Dia menilai konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 92 persen. Namun, jumlah pengguna rutin transportasi umum di Jakarta masih berjumlah sekitar 23,6 persen karena masih ada warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi menuju halte atau stasiun terdekat lalu memarkirkan kendaraannya di "park and ride".
Pramono menginginkan agar masyarakat kelak bisa memiliki kebiasaan untuk menggunakan transportasi umum dari rumah masing-masing.
Dia juga berharap wilayah-wilayah penyangga juga bisa turut membangun fasilitas transportasi seperti halte yang nyaman. Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum.
Meski belum banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum, Pramono menilai kini kebiasaan masyarakat bertransportasi umum sudah kian tertib.
“Mudah-mudahan tawaran-tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, ketepatan waktu juga penting. Itu akan membuat orang kemudian beralih menjadi menggunakan transportasi umum,” ujarnya.
Baca juga: Pramono ingin masyarakat manfaatkan transportasi umum secara maksimal
“Problem utamanya adalah karena kebiasaan orang masih menggunakan transportasi pribadi, sehingga integrasi yang sudah dilakukan, menyangkut integrasi transportasi, visi, kebijakan, tarif, operasional supaya orang naik kendaraan umum itu belum sepenuhnya berhasil karena memang harus mengubah kebiasaan,” kata Pramono saat wawancara khusus dengan ANTARA di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Kendati demikian, Pramono mengaku terus berupaya untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan membuat berbagai kebijakan. Salah satunya adalah menggratiskan 15 golongan untuk menggunakan transportasi umum.
Selain itu, Pramono juga mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 6 tahun 2025 yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
Pramono juga membuat Transjabodetabek agar warga-warga wilayah penyangga yang bekerja di Jakarta bisa menggunakan transportasi umum.
Baca juga: DKI keluarkan Rp6,4 T untuk subsidi transportasi hingga air
“Dan itu terbukti bahwa dalam waktu satu tahun pemerintahan yang saya pimpin, ada kenaikan yang signifikan orang naik transportasi umum,” ungkapnya.
Dia menilai konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 92 persen. Namun, jumlah pengguna rutin transportasi umum di Jakarta masih berjumlah sekitar 23,6 persen karena masih ada warga yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi menuju halte atau stasiun terdekat lalu memarkirkan kendaraannya di "park and ride".
Pramono menginginkan agar masyarakat kelak bisa memiliki kebiasaan untuk menggunakan transportasi umum dari rumah masing-masing.
Dia juga berharap wilayah-wilayah penyangga juga bisa turut membangun fasilitas transportasi seperti halte yang nyaman. Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum.
Meski belum banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum, Pramono menilai kini kebiasaan masyarakat bertransportasi umum sudah kian tertib.
“Mudah-mudahan tawaran-tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, ketepatan waktu juga penting. Itu akan membuat orang kemudian beralih menjadi menggunakan transportasi umum,” ujarnya.
Baca juga: Pramono ingin masyarakat manfaatkan transportasi umum secara maksimal





