Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang tengah bersiap menghadapi pemilu paruh waktu, menggunakan pidatonya di hadapan Kongres untuk meyakinkan publik bahwa kondisi ekonomi negara tersebut membaik dengan menggambarkan situasi positif, demikian dilaporkan surat kabar The Wall Street Journal, Rabu (25/2).
Menurut laporan tersebut, Trump mengandalkan data statistik dan proposal pemotongan pajak meskipun para pemilih masih diliputi kekhawatiran atas melonjaknya biaya hidup.
Partai Republik disebut harus mempertahankan mayoritasnya di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu paruh waktu mendatang.
Survei terbaru The Wall Street Journal menunjukkan banyak warga Amerika tidak menyetujui kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini dan menilai otoritas belum memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah kenaikan biaya hidup.
Pidato kenegaraan tahunan kedua Trump di hadapan Kongres sejak memulai masa jabatan keduanya memecahkan rekor dengan durasi 107 menit atau satu jam 47 menit. Rekor sebelumnya dipegang oleh Presiden dari Partai Demokrat Bill Clinton.
Pidato Kenegaraan atau State of the Union merupakan pesan konstitusional tahunan presiden kepada Kongres yang merangkum capaian selama setahun, menilai kondisi negara, serta memaparkan prioritas utama pemerintahan ke depan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Survei: Publik AS puas dengan pidato Trump, tapi ragu soal biaya hidup
Baca juga: Trump: Musuh AS gentar, Amerika kembali dihormati dunia
Menurut laporan tersebut, Trump mengandalkan data statistik dan proposal pemotongan pajak meskipun para pemilih masih diliputi kekhawatiran atas melonjaknya biaya hidup.
Partai Republik disebut harus mempertahankan mayoritasnya di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu paruh waktu mendatang.
Survei terbaru The Wall Street Journal menunjukkan banyak warga Amerika tidak menyetujui kebijakan ekonomi pemerintahan saat ini dan menilai otoritas belum memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah kenaikan biaya hidup.
Pidato kenegaraan tahunan kedua Trump di hadapan Kongres sejak memulai masa jabatan keduanya memecahkan rekor dengan durasi 107 menit atau satu jam 47 menit. Rekor sebelumnya dipegang oleh Presiden dari Partai Demokrat Bill Clinton.
Pidato Kenegaraan atau State of the Union merupakan pesan konstitusional tahunan presiden kepada Kongres yang merangkum capaian selama setahun, menilai kondisi negara, serta memaparkan prioritas utama pemerintahan ke depan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Survei: Publik AS puas dengan pidato Trump, tapi ragu soal biaya hidup
Baca juga: Trump: Musuh AS gentar, Amerika kembali dihormati dunia





