Executive Vice President Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia. Besarnya pasar domestik menjadi modal penting bagi industri otomotif nasional untuk terus berkembang.
"Kalau kita lihat pasar motor di dunia, gambarannya sekitar 50 sampai 60 juta unit per tahun secara global. Di Indonesia, marketnya nomor tiga di dunia, di atas 10 persen, tahun lalu mencapai 6,4 juta unit," katanya di Jakarta, Selasa (24/2).
Mengacu data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), lebih rinci lagi penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2025 berada di angka 6.412.769 unit. Tumbuh 1 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 6.333.310 unit.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara raksasa otomotif dunia. Lanjutnya, posisi tersebut tidak hanya mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap roda dua, tetapi juga kuatnya daya serap pasar domestik.
"Di sisi lain, AHM posisinya secara dunia kadang nomor satu kadang nomor dua. Tahun lalu produksi domestik sekitar 5 juta unit, kira-kira 4,98 juta, naik juga 1 persen dibanding 2024. Nah itu juga sama dengan India sebagai pasar terbesar, kalau tidak India, China, kemudian Indonesia," tambahnya.
Lanjutnya besarnya pasar motor di Indonesia berdampak langsung terhadap perekonomian nasional. Industri roda dua melibatkan ratusan ribu tenaga kerja secara langsung, serta jutaan orang secara tidak langsung melalui jaringan pemasok, diler, pembiayaan, dan sektor pendukung lainnya.
"AHM selama 55 tahun ini Alhamdulillah tahun ini diberkahi mencapai dan memberikan mobilitas buat konsumen hingga 100 juta unit motor. Kemudian dalam 15 tahun terakhir, investasi yang kami lakukan sudah mencapai puluhan triliun untuk mengembangkan produk sepeda motor di Indonesia," kata Thomas.
"Kami juga punya perusahaan tier 1 sebanyak 220 lebih perusahaan, tier 2 dan 3 sampai dengan 1.000 perusahaan. Belum lagi jaringan main diler, lembaga pembiayaan, transporter, dan asuransi. Secara keseluruhan, itu sudah melibatkan sekitar 600-700 ribu karyawan dalam ekosistem," lanjutnya.
Selain pasar domestik yang kuat, Indonesia juga diperhitungkan sebagai basis produksi untuk ekspor. Sepanjang tahun lalu, AHM mencatat ekspor 223 ribu unit CBU dan hampir 1 juta unit set CKD, dengan total ekspor dalam lima sampai delapan tahun terakhir mendekati 2,5 juta unit.
"Kemudian untuk lokalisasi rata-rata sudah 45-55 persen TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Kami ingin AHM bisa semakin bermanfaat, tumbuh berkelanjutan dan tentunya memenuhi kebutuhan banyak orang untuk mendukung pergerakan ekonomi," tuntasnya.





