JAKARTA, KOMPAS.TV- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau masyarakat dan penumpang Kereta Cepat Whoosh, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan maupun layanan Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, peningkatan transaksi digital turut diikuti maraknya modus penipuan.
“Dengan meningkatnya transaksi digital, berbagai modus penipuan kerap dilakukan melalui nomor WhatsApp tidak resmi, akun media sosial palsu, maupun tautan yang menyerupai kanal resmi perusahaan,” kata Eva dalam keterangan tertulisnys, dikutip Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Tiket Kereta Api Bersubdisi untuk Lebaran Habis Terjual | JMP
Eva menjelaskan sejumlah modus yang perlu diwaspadai antara lain penawaran pembelian tiket melalui nomor pribadi, promo dengan harga tertentu di luar kanal resmi, hingga permintaan pembayaran ke rekening perorangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan NIK maupun informasi pribadi lainnya kepada pihak yang mengatasnamakan KCIC di luar kanal resmi. KCIC juga tidak pernah melakukan penjualan tiket melalui nomor pribadi," tutur Eva.
"Seluruh transaksi resmi hanya dilakukan melalui kanal yang telah ditetapkan perusahaan,” tambahnya.
Baca Juga: Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Rute Pasarsenen–Lempuyangan Jogja Mulai Dijual 25 Februari 2026
KCIC menegaskan, pembelian tiket Whoosh secara online hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Whoosh, website resmi ticket.kcic.co.id, aplikasi mitra resmi seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com
Selain itu, tiket juga dapat dibeli secara langsung di loket resmi dan vending machine di stasiun Whoosh.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- penipuan tiket whoosh
- beli tiket whoosh resmi
- kereta cepat jakarta bandung
- kereta cepat indonesia china
- kcic
- kereta cepat whoosh





