DPR Minta Rencana Impor Ratusan Ribu Mobil dari India Dibatalkan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi desa.

DPR Minta Rencana Impor Ratusan Ribu Mobil dari India Dibatalkan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah meminta rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 mobil niaga dari India dibatalkan. 

Dia menilai, kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi desa.

Baca Juga:
Mentan Proyeksi Stok Beras Naik 15 Persen hingga Maret 2026

Said mengingatkan, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yakni menempatkan penguatan ekonomi domestik sebagai prioritas melalui berbagai program strategis.

“Program prioritas seperti makan bergizi gratis dan penguatan ekonomi pedesaan ditujukan untuk menggerakkan produksi dari desa. Arsitektur ekonomi ini seharusnya dipahami utuh, termasuk oleh BUMN,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga:
Prabowo dan Raja Yordania Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Palestina

Ia menjelaskan, peningkatan permintaan pangan melalui program pemerintah seharusnya diimbangi peningkatan produktivitas sektor hulu oleh Kementerian Pertanian. Dengan begitu, perputaran ekonomi desa meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Namun, kata dia, rencana impor kendaraan niaga menunjukkan arah yang berlawanan. Said mengingatkan, sektor manufaktur selama ini tumbuh lebih rendah dibanding Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, sektor tersebut berperan penting dalam hilirisasi sumber daya alam dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga:
Kemenhaj Perkuat Penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji

“Lebih dari satu juta sarjana kita menganggur. Industri manufaktur semestinya menjadi tumpuan serapan tenaga kerja,” katanya.

Dia pun mengutip perhitungan lembaga riset Celios, yang menyebut rencana impor tersebut berpotensi menggerus PDB hingga Rp39,29 triliun, menurunkan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, memangkas surplus industri otomotif Rp21,67 triliun, mengurangi pendapatan tenaga kerja rantai pasok Rp17,39 triliun, serta menekan penerimaan pajak bersih Rp240 miliar.

Baca Juga:
Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Bakal Bertemu Presiden MBZ

Kendati demikian, Said mempertanyakan perusahaan pelat merah itu tidak menggandeng produsen dalam negeri. Ia menilai, pengadaan kendaraan dalam jumlah besar hampir setara produksi mobil niaga nasional selama satu tahun dan dapat menjadi stimulus signifikan bagi industri otomotif domestik.

“Bayangkan jika pengadaan dilakukan di dalam negeri. Industri otomotif akan bangkit, menyerap tenaga kerja, dan menimbulkan efek berantai ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai pertimbangan harga murah belum tentu efisien dalam jangka panjang, terutama terkait layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, serta jaringan bengkel.

“Efisiensi bukan hanya soal harga awal. Harus dilihat manfaat ekonominya bagi industri nasional,” tuturnya.

Said menambahkan, penggunaan APBN yang bersifat multiyears seharusnya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta rencana impor kendaraan niaga tersebut tidak hanya dikaji ulang, tetapi dibatalkan.

“Saya sangat menyayangkan uang APBN dibelanjakan tetapi tidak memberi nilai tambah ekonomi di dalam negeri. Langkah ini sebaiknya dibatalkan,” katanya. 

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ingin Tetap Aktif Selama Puasa? Ini Waktu Olahraga yang Tepat
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Komitmen Ormas Jaga Jakarta, Kompak Bareng Polda Metro Tolak Aksi Anarkis
• 20 jam laludetik.com
thumb
BPS Bidik Pendapatan Youtuber Hingga Ekonomi Bawah Tanah di Sensus Ekonomi 2026
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kepala BPOM: Obat, Makanan dan Kosmetik Asal AS Tetap Wajib Kantongi Nomor Izin Edar
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Telkomsel Siaga RAFI 2026: Perkuat Jaringan, Rilis Paket Spesial Ramadan
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.