Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) membukukan laba bersih US$7,66 juta pada 2025 atau turun signifikan dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Merujuk laporan keuangan 2025 yang diaudit, SOCI meraih laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$7,66 juta atau jeblok 55,28% year-on-year (YoY) dari US$17,13 juta pada 2024.
Penurunan itu sejalan dengan pendapatan neto yang melemah. SOCI tercatat membukukan pendapatan bersih US$155,32 juta pada 2025 atau turun 6,64% YoY dari US$165,63 juta pada 2024.
Pundi-pundi pendapatan SOCI berasal dari charter US$115,13 juta, spot US$20,41 juta, galangan US$19,72 juta, dan lain-lain US$44.808. Pihak ketiga yang menjadi pelanggan SOCI ialah PT Pertamina International Shipping dengan nilai pendapatan US$42,89 juta dan Pertamina International Shipping Pte. Ltd US$18,65 juta pada 2025.
Sepanjang 2025, SOCI membukukan beban pokok pendapatan US$114,09 juta, beban usaha US$11,24 juta, beban keuangan US$12,34 juta, dan beban pajak US$1,87 juta.
SOCI mengantongi total aset US$603,52 juta. Pada saat yang sama, jumlah liabilitas SOCI US$196,87 juta dan jumlah ekuitasnya US$406,65 juta.
Sebelumnya, Direktur Soechi Lines Paula Marlina menjabarkan sepanjang 2025 ada lima entitas anak usaha baru yang didirikan perseroan. Semuanya bergerak di segmen usaha pelayaran. Dimulai dari yang paling awal, ada PT Sejahtera Mega Armada (kepemilikan 99,99%) yang didirikan pada Juli 2025, berkantor di Indonesia.
Kemudian, ada Great Sea International Ltd. (kepemilikan 100%) yang didirikan September 2025 dan Great Ocean Marine Ltd (kepemilikan 100%) yang didirikan September 2025. Kedua perusahaan ini berlokasi di Marshall Islands.
Selanjutnya, ada Soechi Eternity Maritime - FZCO (kepemilikan 100%), didirikan pada Desember 2025 dan berlokasi di Uni Arab Emirates (UAE). Terbaru, ada Eternity Ocean Maritime Ltd (kepemilikan 100%) yang didirikan pada Desember 2025, berkantor di Marshall Islands.
"Pembentukan entitas baru tersebut nantinya ditujukan untuk perseroan agar dapat menjajaki pasar baru untuk segmen usaha pelayaran kami. Entitas anak tersebut akan membutuhkan sekitar 1-2 tahun ke depan untuk dapat efektif beroperasi secara komersial," ujarnya dalam public expose insidentil, Kamis (8/1/2026).
Paula mengatakan pendirian anak usaha tersebut di setiap lokasi telah mempertimbangkan tren pasar angkutan global, di mana perusahaan angkutan global kebanyakan berada di Singapura, atau untuk pasar Timur Tengah UAE telah menjadi hub pengangkutan,
"Itu menjadi common dan dilakukan oleh pasar-pasar global. Jadi kami hanya mengikuti tren-tren dari pelayanan yang sudah ada di pasar global," ujarnya.
Untuk perkembangan terbaru, Paula mengatakan SOCI saat ini dalam tahap persiapan armada kapal di tiap entitas anak usaha baru, sebelum kemudian melakukan pengembangan bisnis melalui penambahan armada.





