SOLO, KOMPAS.TV - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, melontarkan peringatan keras kepada para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan, mobil operasional SPPG tidak boleh digunakan untuk berbelanja atau kepentingan lain di luar distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mobil Operasional SPPG itu dipakai untuk mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat dan Posyandu, jangan dipakai untuk belanja, apa lagi untuk urusan lain,” ujarnya di Solo, Selasa malam (24/2/2026).
Peringatan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya. Total 933 pengelola dapur MBG hadir dalam forum tersebut.
Baca Juga: 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Rabu 26 Februari 2026, Cek Jam Operasionalnya
Mereka berasal dari empat wilayah, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Dalam forum itu, Nanik mengaku masih menerima laporan adanya mobil operasional SPPG yang dipakai untuk belanja ke pasar.
“Kalau masih ada mobil operasional SPPG yang dipakai untuk berbelanja ke pasar, saya suspend,” ujarnya dengan tegas.
Nanik menekankan, kendaraan operasional MBG dirancang khusus untuk mendistribusikan makanan ke sekolah dan Posyandu. Artinya, standar kebersihan dan higienitasnya harus terjaga ketat.
Jika mobil dipakai ke pasar untuk mengangkut bahan mentah, risiko kontaminasi meningkat. Bahan pangan yang dibeli pun tetap harus melalui proses pembersihan tambahan.
Karena itu, ia meminta Kepala SPPG bersikap tegas apabila ada mitra atau supplier yang memaksa menggunakan mobil operasional untuk belanja kebutuhan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- badan gizi nasional
- makan bergizi gratis
- sppa
- pengawasan pangan
- distribusi mbg
- keamanan pangan





