JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berkaitan arus mudik dan arus balik Lebaran, tetapi juga memastikan keamanan seluruh rangkaian kegiatan selama bulan suci Ramadhan hingga Idulfitri.
“Operasi Ketupat 2026 adalah bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan berkaitan dengan mudik dan balik, tetapi operasi ketupat itu adalah Polri hadir untuk menjaga momen sosial, baik spiritual, rangkaian bulan suci Ramadhan dan Idulfitri harus aman," kata Agus ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, Kapolri mengusung tagline “Mudik Aman, Masyarakat Bahagia” dalam pelaksanaan operasi tahun ini.
Baca juga: Operasi Ketupat 2026, Korlantas Bagi Pengamanan ke 4 Klaster
Karena itu, seluruh aspek pengamanan telah dipersiapkan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Agus menjelaskan, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026, yaitu:
Pertama, pengamanan jalan tol yang memiliki dinamika dan potensi lonjakan arus kendaraan cukup tinggi.
Kedua, pengamanan jalan arteri yang membentang panjang di berbagai wilayah Indonesia dan telah melalui survei kesiapan.
Ketiga, pengamanan jalur penyeberangan, seperti Pelabuhan Merak-Bakauheni serta Ketapang dan sejumlah pelabuhan lain yang menjadi titik krusial pergerakan pemudik antarwilayah.
Baca juga: Dukung Kelancaran Operasi Ketupat 2025, Jasa Raharja Terima Penghargaan dari Kapolri
Keempat, pengamanan tempat ibadah.
“Masjidnya berapa, sudah kita identifikasi, tempat-tempat untuk Salat Id sudah kita amankan," kata dia.
Kelima, pengamanan kawasan wisata dan akses menuju lokasi wisata yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Khusus jalan tol, Agus menyampaikan terdapat peningkatan arus cukup tinggi, terutama kendaraan yang melintasi Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.
“Proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera, itu 3,6 juta," ungkapnya.
Karena itu, Polri bersama para pemangku kepentingan menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan, mulai dari pengalihan arus, penjagaan intensif, hingga penerapan contraflow dan one way.
Selain itu, sejumlah ruas tol fungsional juga akan dimanfaatkan, seperti Japek Selatan dan Japek II untuk arus balik, serta beberapa tol lain yang sudah siap difungsikan.
Baca juga: 6 Mudik Gratis 2026 yang Masih Bisa Dipesan, Lengkap dengan Rutenya





