tvOnenews.com - Timnas Indonesia tak pernah kehabisan bahan pembicaraan soal pemain keturunan.
Salah satu nama yang kembali mencuat adalah Quenay Soewarto, bek muda yang kariernya ditempa di akademi-akademi elite Belanda.
Namanya sempat ramai diperbincangkan saat Timnas Indonesia U-17 bersiap tampil di Piala Dunia U-17 2023.
- Instagram @qsoewarto
Ketika itu, publik berharap Quenay yang baru berusia 15 tahun bisa menjadi tambahan kekuatan di lini belakang Garuda Muda.
Namun keputusan pelatih saat itu, Bima Sakti, hanya memanggil satu pemain keturunan yang berkarier di luar negeri, yakni Welber Jardim. Nama Quenay pun perlahan meredup dari pemberitaan.
Kini, seiring agresivitas PSSI memburu talenta diaspora, sosoknya kembali relevan untuk dibahas.
Quenay Soewarto lahir dan besar di Belanda. Ia berposisi sebagai bek kiri dan saat ini memperkuat FC Dordrecht U-19.
Perjalanan kariernya dimulai di akademi Sparta Rotterdam, tempat ia menimba ilmu hingga 2022.
Setelah itu, ia melanjutkan pengembangan di akademi Feyenoord, salah satu pusat pembinaan pemain muda terbaik di Negeri Kincir Angin.
Bersama Feyenoord kelompok usia, Quenay menjadi bagian dari generasi yang menjuarai Liga U-15 Belanda.
Prestasi itu membuatnya naik level dengan cepat hingga menembus Feyenoord U-17 pada 2024, meski usianya belum genap 17 tahun.
Di ajang U17 Divisi 1 Fall 2024/2025, ia mencatatkan 10 penampilan dan beberapa kali mendapatkan menit bermain reguler.
Memasuki Januari 2025, Quenay mengambil langkah baru dengan bergabung ke FC Dordrecht U-19 demi mendapatkan tantangan dan jam terbang lebih tinggi.
Hal yang membuat publik Indonesia penasaran tentu saja latar belakangnya.
- Instagram @qsoewarto
Meski belum ada penjelasan resmi detail mengenai garis keturunan Indonesianya, namanya yang kental nuansa Jawa sering dikaitkan dengan akar Nusantara.
Selain itu, Quenay juga memiliki darah Suriname. Di akun Instagram resminya, @qsoewarto, ia mencantumkan bendera Suriname dan Indonesia di bio profilnya.
Dengan memegang paspor Belanda, secara regulasi ia berpeluang membela tiga negara berbeda di level internasional: Belanda, Indonesia, atau Suriname (Timnas Natio).




