Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Jakarta Selatan menyediakan sebanyak 100 kuota peserta untuk program hapus tato gratis selama satu hari di Ruang Dirgantara Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
"Untuk kuota hari ini, kami menyediakan kapasitas bagi 100 orang," kata Koordinator Baznas Bazis Jakarta Selatan, Ahmad Kahpi dalam kegiatan hapus tato gratis di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis.
Kahpi menjelaskan, untuk target hapus tato gratis di Jakarta Selatan berkuota 100 peserta. Namun, pihaknya tahun ini juga membuka kesempatan untuk peserta yang mau datang langsung (on the spot) untuk mengikutinya.
Hal ini karena banyak peminat yang mengalami kendala saat mendaftar melalui situs laman, maka itu pihaknya mengarahkan mereka untuk menghubungi melalui WhatsApp atau datang langsung ke lokasi (on the spot).
"Jika kuota utama telah terpenuhi, kami tetap akan mengupayakan tindakan bagi peserta di luar kuota tersebut," ucapnya.
Baca juga: Jumlah peminat layanan hapus tato gratis di Jakbar lebihi kuota
Baca juga: Pendaftaran layanan hapus tato gratis mulai dibuka 23 Februari 2026
Dia mengatakan hapus tato tidak bisa sekali hilang mengingat bentuk, warna dan ketebalan yang berbeda-beda. Maka, dia menyarankan agar peserta ikut kembali dalam tiga bulan ke depan.
"Makanya, setelah mengikuti hapus tato ini perlu ikut lagi nanti dalam waktu tiga bulan," ucapnya.
Dia mengingatkan selama tiga bulan, pasca penghapusan tato tidak boleh terkena laser karena berakibat luka bakar di kulit. Dia berharap masyarakat untuk menghindari tato dan menjadi contoh yang baik bagi anak maupun keluarga.
"Dengan adanya hapus tato ini, masyarakat Jaksel bisa menjadikan pribadi yang lebih baik lagi," ucapnya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta mengingatkan agar individu memastikan kondisi tubuhnya sehat sebelum mendatangi layanan hapus tato di Jakarta, khususnya selama Ramadhan 1447 H/2026.
"Untuk kuota hari ini, kami menyediakan kapasitas bagi 100 orang," kata Koordinator Baznas Bazis Jakarta Selatan, Ahmad Kahpi dalam kegiatan hapus tato gratis di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis.
Kahpi menjelaskan, untuk target hapus tato gratis di Jakarta Selatan berkuota 100 peserta. Namun, pihaknya tahun ini juga membuka kesempatan untuk peserta yang mau datang langsung (on the spot) untuk mengikutinya.
Hal ini karena banyak peminat yang mengalami kendala saat mendaftar melalui situs laman, maka itu pihaknya mengarahkan mereka untuk menghubungi melalui WhatsApp atau datang langsung ke lokasi (on the spot).
"Jika kuota utama telah terpenuhi, kami tetap akan mengupayakan tindakan bagi peserta di luar kuota tersebut," ucapnya.
Baca juga: Jumlah peminat layanan hapus tato gratis di Jakbar lebihi kuota
Baca juga: Pendaftaran layanan hapus tato gratis mulai dibuka 23 Februari 2026
Dia mengatakan hapus tato tidak bisa sekali hilang mengingat bentuk, warna dan ketebalan yang berbeda-beda. Maka, dia menyarankan agar peserta ikut kembali dalam tiga bulan ke depan.
"Makanya, setelah mengikuti hapus tato ini perlu ikut lagi nanti dalam waktu tiga bulan," ucapnya.
Dia mengingatkan selama tiga bulan, pasca penghapusan tato tidak boleh terkena laser karena berakibat luka bakar di kulit. Dia berharap masyarakat untuk menghindari tato dan menjadi contoh yang baik bagi anak maupun keluarga.
"Dengan adanya hapus tato ini, masyarakat Jaksel bisa menjadikan pribadi yang lebih baik lagi," ucapnya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta mengingatkan agar individu memastikan kondisi tubuhnya sehat sebelum mendatangi layanan hapus tato di Jakarta, khususnya selama Ramadhan 1447 H/2026.





