Alami Gangguan Lambung? Jangan Asal Pilih Obat Herbal, Cek Dulu Izin BPOM-nya

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kesehatan lambung hingga kini masih menjadi salah satu keluhan yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang menuntut kecepatan, sering kali kita abai terhadap sinyal-sinyal kecil yang dikirimkan oleh sistem pencernaan.

Pola makan yang tidak teratur, hobi mengonsumsi makanan pedas dan berlemak, hingga tekanan stres berkepanjangan menjadi "menu" harian yang sulit dihindari. Ditambah lagi dengan kebiasaan begadang yang merusak irama sirkadian tubuh, faktor-faktor ini menjadi pemicu utama munculnya gangguan lambung seperti maag, asam lambung naik, hingga kondisi yang lebih kronis yaitu gastroesophageal reflux disease (GERD).

Baca Juga
  • Mengenal 9 Faktor Pemicu Asam Lambung dan GERD: Mulai dari Makanan Hingga Stres
  • Psikolog Ungkap Kaitan Puasa dan Kesehatan Mental
  • Daftar Buah Terbaik untuk Pulihkan Energi Setelah Puasa

Fenomena ini bukan sekadar asumsi belaka. Sebuah studi di wilayah urban mengungkap fakta bahwa sekitar 9,35 persen responden Indonesia mengalami gejala GERD, sebuah gangguan asam lambung yang menyebabkan sensasi panas di dada (heartburn) dan nyeri ulu hati yang menyiksa. Bahkan, angka ini melonjak drastis di beberapa survei regional lainnya, di mana prevalensi gejala GERD dilaporkan mencapai lebih dari 55 persen pada kelompok tertentu.

Angka yang mengkhawatirkan ini terutama ditemukan pada mereka yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dan pola makan yang tak teratur secara konsisten. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang memadai, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit yang jauh lebih serius dan berdampak signifikan pada penurunan kualitas hidup seseorang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Oleh karena itu, edukasi mengenai perawatan lambung, termasuk bagaimana memilih obat yang aman dan sesuai, menjadi sangat penting untuk dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pengobatan mulai bergeser ke arah yang lebih alami.

Obat herbal dinilai semakin diminati sebagai alternatif pendamping pengobatan konvensional karena dianggap lebih selaras dengan kerja tubuh. Meski demikian, sebuah peringatan penting muncul yaitu tidak semua produk herbal aman bagi lambung yang sedang bermasalah. Masyarakat diajak perlu lebih cermat dalam memilih obat herbal yang telah teruji secara klinis, memiliki komposisi bahan yang jelas, serta yang paling utama adalah terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PDIP Bocorkan Sumber Dana MBG Rp223 Triliun dari Anggaran Pendidikan, Bukan Hasil Efisiensi
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia untuk Dikunjungi 2026 Versi Tripadvisor
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jaksa Ngotot Tuntut Mati ABK Bawa Sabu 2 Ton, Habiburokhman: Hukuman Mati Harus Selektif!
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Laporan Yoni Dores ke Lesti Tak Terbukti, Rizky Billar Beri Sindiran
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Foto: Ju Ae Dampingi Sang Ayah saat Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.