Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Bengkulu
Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu dengan meninjau langsung Benteng Marlborough, salah satu cagar budaya nasional.
Kunjungan itu untuk memantau kondisi aset budaya sekaligus mendorong pemanfaatannya sebagai pusat edukasi, kebudayaan, dan destinasi wisata sejarah.
Dalam peninjauan, Fadli Zon mengapresiasi kondisi Benteng Marlborough yang terawat baik dan memiliki nilai historis tinggi. Ia menilai benteng ini berpotensi dikembangkan sebagai pusat kebudayaan strategis, ruang edukasi, serta penggerak ekosistem pariwisata budaya di Bengkulu.
“Kondisi benteng ini masih sangat terawat dan memiliki pemandangan yang indah menghadap ke laut. Dengan berbagai peristiwa sejarah penting, kawasan ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, pusat budaya, dan ruang pameran seni rupa maupun pertunjukan,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima, Kamis, 25 Februari 2026.
Menteri Kebudayaan menjelaskan, Bengkulu memiliki posisi strategis dalam sejarah, baik pada masa kolonial Inggris maupun Belanda. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum berada di bawah kekuasaan Belanda hingga 1940.
Dinamika sejarah tersebut, termasuk pertukaran wilayah Bengkulu, Singapura, dan Melaka, menjadi modal untuk memperkuat narasi wisata sejarah dan budaya.
Fadli Zon mendorong penyelenggaraan lebih banyak festival budaya yang melibatkan generasi muda. Dengan dukungan konektivitas transportasi dan promosi yang konsisten, Bengkulu dinilai memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan nasional.
“Tak hanya event, diperlukan promosi masif dan terukur untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu, sehingga semakin banyak masyarakat berkunjung,” tambahnya.
Selain itu, Fadli menegaskan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Sektor budaya dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru dan membuka ruang bagi talenta kreatif di bidang seni pertunjukan, musik, film, sastra, dan seni rupa.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan yang diberikan Menteri Kebudayaan.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan Bapak Menteri. Banyak gagasan yang bisa ditindaklanjuti untuk kemajuan pariwisata dan budaya Bengkulu,” ujarnya.
Untuk diketahui, Benteng Marlborough dibangun pada 1714–1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett. Saat ini dikelola Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah, pusat edukasi, serta ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan kebudayaan.
Melalui kunjungan ini, Benteng Marlborough diharapkan terus berkembang menjadi pusat kebudayaan yang dinamis, inklusif, dan produktif, memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.
Editor: Redaktur TVRINews




