jpnn.com, JAKARTA - Human Initiative menyelenggarakan program Early Bird Qurban, agar masyarakat dapat menyiapkan ibadah kurban secara lebih tenang dan terencana.
Program memberi kesempatan bagi calon pekurban untuk mengamankan kurban lebih awal sekaligus mendukung distribusi yang tertata.
BACA JUGA: Madrasah Hingga Komunitas Terima Hewan Kurban dari McD Indonesia
Saat ini, Human Initiative membuka Qurban Early Bird dengan skema 1/7 sapi dari harga normal Rp 1.900.000 menjadi Rp 1.447.000 yang memenuhi ketentuan syariat dan kesehatan.
Skema itu memberi pilihan berkurban yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai ibadah.
BACA JUGA: Tebar Semangat #LogistikBaik, Lion Parcel Bagikan Hewan Kurban kepada Masyarakat
Kurban yang dititipkan disalurkan ke wilayah Indonesia yang sulit dijangkau, termasuk daerah pelosok dan kawasan Indonesia Timur.
“Selain itu, distribusi juga menjangkau masyarakat di negara-negara Afrika serta wilayah lain yang menghadapi konflik, bencana, dan krisis kemanusiaan,” tulis rilis resmi Human Initiative, pada Kamis (26/2).
BACA JUGA: Ini Alasan Atta Halilintar Boyong Sapi Kurban ke NTT, Seru
Penyaluran yang terarah membantu memastikan manfaat kurban dapat dirasakan lebih merata oleh mereka yang membutuhkan.
Perencanaan yang matang membantu memastikan pemilihan hewan, pelaksanaan, dan distribusi berjalan dengan tepat dan bertanggung jawab.
Kolaborasi untuk berkurban makin mudah melalui https://solusipeduli.org/earlybirdqurban.***
Data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada periode 2021 hingga 2023 menunjukkan banyak keluarga di dunia masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.
Di sejumlah kawasan berpendapatan rendah, konsumsi daging per kapita berada di kisaran satu digit kilogram per tahun.
Kondisi itu menegaskan bahwa protein hewani belum menjadi bagian rutin konsumsi harian, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan rentan. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Human Initiative Salurkan Kurban ke 202 Ribu Penerima Manfaat, Jangkau 130 Wilayah & Daerah 3T
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




