Tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan akhirnya selesai dibongkar, setelah bertahun-tahun terbengkalai.
Pantauan kumparan di lokasi Kamis (26/2) siang, tiang-tiang maupun kerangka besi yang jadi pemandangan khas Rasuna Said.
Sementara di sekitar Stasiun Setiabudi, bekas tiang monorel juga mulai digali. Galian selebar kurang lebih 1 meter tersebut terlihat diberi pagar pembatas mengikuti jalur bekas tiang monorel.
Sisa-sisa pekerjaan pembongkaran itu masih nampak, sebab ada sisa-sisa beton dan tanah galian di sisi jalan.
Sementara di beberapa titik lain Jalan HR Rasuna Said tampak masih terdapat sisa dan jejak pembongkaran. Di beberapa bagian, sisa material berupa sisa galian lubang, hingga gundukan semen sisa tiang masih terlihat.
Kondisi serupa juga tampak di ruas menuju kawasan Stasiun LRT Kuningan hingga mendekati underpass Kuningan. Tampak tiang telah hilang, dan menyisakan bagian taman ruas jalan.
Terkait kondisi lalu lintas di sekitar kawasan, pada pukul 13.30 WIB terpantau normal. Tampak kendaraan dapat melintas dengan lancar meskipun terdapat pekerjaan jalan di kawasan tersebut.
Salah satu warga, Rian (40), menilai kondisi jalan sekarang jauh lebih enak dipandang dibanding sebelumnya.
“Sekarang lebih lebih rapi ya, gue liat lebih seger pandangan mata kita liatnya lebih enak dan indah,” kata Rian.
Ia mengaku keberadaan tiang monorel sebelumnya tidak terlalu berdampak pada aktivitasnya, tapi memberi kesan semrawut.
“Buat kita sebenernya gak pengaruh ya Mbak, cuma kayaknya agak berantakan aja gitu, gak enak dipandang gitu aja sih,” ujarnya.
Warga lain, Putra, juga menyambut positif pembongkaran tersebut karena sebelumnya tiang monorel dinilai mengganggu fasilitas kota dan pemandangan.
“Saya ngerasa bagus sih dengan program pembongkaran monorel ini karena selama ini kayak mengganggu fasilitas segala macem untuk apa, pemandangan juga kurang enak. Sekarang semenjak dicabut, ya Alhamdulillah jadi lebih baik Jakarta,” ujar Putra.
Ia berharap penataan serupa juga dilakukan di lokasi lain yang masih memiliki bangunan terbengkalai.
“Ya, harapannya untuk daerah-daerah lain yang mungkin banyak anomali-anomali bangunan, semoga dihilangkan agar menjadi daya khas Jakarta gitu untuk ibu kota jadi lebih baik, untuk jadi lebih bagus lah pemandangannya segala macem,” tuturnya.
Menurut Putra, sebelumnya keberadaan tiang monorel cukup mengganggu secara visual.
“Wah ganggu sih. Jadi kayak pertanyaan-pertanyaan aja ini sebenarnya mau apa sih, buat apa sih gitu sih, tapi semenjak dibongkar gini jadi kelihatan lega mungkin ya, kelihatannya jadi kayak bisa mengurangi kemacetan juga kan,” katanya.





