JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kampung Bilik di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, tidak mau direlokasi jauh dari tempat tinggal sebelumnya.
Salah satu perwakilan warga setempat, Budiyono (47) mengungkapkan proses pemindahan terkesan tergesa-gesa dan minim kepastian.
"Warga itu sebenarnya kalau relokasi siap, tapi itu, kejelasannya soal segala macam kebutuhan harus jelas dulu," kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Ia mengaku khawatir jika harus pindah ke rusun yang berlokasi jauh maka jarak akses sekolah anak jauh dan status penerima bantuan sosial (Bansos) hilang.
"Lalu tentang dampak dari relokasi rumah susun yang jauh itu tadi, nanti apakah pemerintah dari dinas terkait itu bertanggung jawab atas pendidikannya, pekerjaannya, lalu secara sosialnya?" ucap Budi.
Baca juga: Wacana Relokasi Kampung Bilik Tak Ada Titik Tengah, Warga Bertahan Sampai Ada Kejelasan
Menurutnya, informasi mengenai kebutuhan dan nasib bantuan sosial warga hanya datang dari Lurah Kamal, Edy Sukarya.
Namun, pihak dinas terkait dari Pemkot Jakarta Barat yang bertanggung jawab mengenai bantuan sosial dan pendidikan belum memberikan kepastian apa pun.
Warga pun menuntut kehadiran dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan serta Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menemui warga secara langsung.
"Pihak Kelurahan menjawab, 'nanti kita pastikan akan dibantu tentang pendidikannya'. Tapi kan kita belum bisa (terima), harusnya kan statement itu keluar dari dinas terkait dong. Jadi statement itu nanti kita akan bisa kejar pertanggungjawabannya," tegasnya.
Hal senada berlaku untuk status bansos warga yang selama ini sudah terdata di wilayah tersebut.
"Sebagian kan memang sudah terdaftar dalam Bansos yang terakreditasi dengan pemerintah pusat. Itu nasibnya seperti apa? Kita enggak bisa sembarangan pindah. Nanti berikutnya kita warga nurut, lalu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, kita mau mengadu ke mana?" keluh Budiyono.
Baca juga: Warga Kampung Bilik Minta Relokasi Tak Mepet Lebaran: Masa Puasa Disuruh Mikirin Gusuran?
Adapun, saat ini warga Kampung Bilik RT 02 RW 07 telah mengirimkan surat permohonan audiensi secara resmi kepada Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengenai relokasi.
"Kita sudah menyurati sama Bu Wali kemarin. Dua hari yang lalu direspons sama asistennya via telepon. Kita mau menunggu statement dari Bu Wali itu seperti apa," kata Budi.
"Siapa pun itu yang dihadirkan nanti dalam audiensi, yang penting tujuannya bisa dipertanggungjawabkan atas statement-nya," sambungnya.
Sementara itu, Lurah Kamal Edy Sukarya memastikan bahwa seluruh kebutuhan administrasi dan fasilitas warga yang direlokasi akan diurus oleh pemerintah.





