Sutradara Joko Anwar merasa senang dan terharu atas respons positif publik di Jerman atas film terbarunya, Ghost in the Cell. Keharuan itu diungkap Joko setelah film horor komedi satire terbaru dari rumah produksi Come and See tersebut diputar di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
Antusiasme penonton terhadap Ghost in the Cell, menurut Joko Anwar, sudah terlihat setelah penjualan tiket untuk seluruh pemutaran film ini yang terjual habis. Hal itu jelas tak disangka Joko selaku sutradara dan Tia Hasibuan sebagai produser film itu.
"Iya kita sampainya sebenernya nothing to lose sih. Cuma ya alhamdulillah keterima di Berlin Film Festival dan tambah lagi yang kita juga seneng banget itu keterimanya di section Forum," kata Tia dalam sebuah konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Jadi Forum itu adalah section di Berlinale Film Festival yang biasanya meng-host untuk film-film yang terobosan gitu. Jadi eksploratif dan biasanya temanya berani secara politik dan sosial," tambah Joko.
Joko Anwar Sempat Tak Yakin Film Ghost in the Cell Bisa Diterima Publik JermanJoko awalnya sempat pesimis film Ghost in the Cell bisa diterima oleh publik Jerman, terlebih memang terdapat banyak perbedaan dari dua negara. Mulai dari permasalahan sosial hingga komedi yang dikenal kedua negara.
"Ketika kita pergi ke sana, ada perwakilan dari pemain, Abimana dan Endy Arfian. Kita datang, kita deg-degan banget karena penontonnya random kan? Kita enggak tahu siapa yang bakal nonton gitu. Tapi ternyata sepanjang film mereka ketawa, tepuk tangan," cerita Joko.
"Bahkan di bagian enggak lucu, satu, mereka tertawa di spot-spot yang memang kita secara intentional kita bikin lucu. Tapi ada juga spot-spot yang pas mereka ketawa kita yang bingung, 'Emang ini lucu ya? Kok mereka angkat?'" imbuh Tia.
Namun dari semua itu Joko tetap bersyukur, karena melalui Ghost in the Cell, dirinya mampu mengangkat isu sosial yang belakangan memang tengah hangat diperbincangkan di Indonesia.
"Makanya kita bilang, buat kalian ini komedi, buat kita inilah kehidupan kita di Indonesia," kata Joko Anwar.
Ghost in the Cell adalah film horor-komedi karya Joko yang berlatar di Penjara Labuan Angsana, sebuah lapas penuh kekerasan dan rivalitas geng.
Film ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Aming, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Tora Sudiro, Morgan Oey, dan masih banyak lainnya. Film Ghost in the Cell akan tayang di bioskop pada 16 April 2026.





