Kongres Partai Usai, Kim Jong-un Fokus Perluas Senjata Nuklir Korea Utara

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan akan memfokuskan diri pada perluasan persenjataan nuklir negaranya. 

Ia juga menegaskan prospek perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) sepenuhnya bergantung pada sikap Washington, menurut laporan kantor berita resmi KCNA, Kamis, 26 Februari 2026.

Kongres Kesembilan Partai Pekerja yang berkuasa berlangsung selama sepekan dan ditutup dengan parade militer di Pyongyang pada Rabu.

Kim menyebut status internasional Korea Utara meningkat secara signifikan seiring penetapan tujuan kebijakan utama untuk lima tahun ke depan.

“Merupakan kehendak teguh partai kami untuk semakin memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir nasional serta sepenuhnya menjalankan statusnya sebagai negara nuklir,” ujar Kim, seperti dikutip KCNA. 

“Kami akan fokus pada proyek untuk meningkatkan jumlah senjata nuklir dan memperluas sarana operasional nuklir,” lanjut Kim.

KCNA melaporkan Kim juga memaparkan rencana pengembangan rudal balistik antarbenua yang lebih kuat, sistem serangan berbasis kecerdasan buatan, serta drone tanpa awak.

Meski demikian, Kim membuka peluang dialog dengan AS.

“Jika AS mencabut kebijakan konfrontasinya terhadap Korea Utara dengan menghormati status negara kami saat ini, tidak ada alasan mengapa kami tidak dapat hidup berdampingan dengan baik dengan AS,” ujarnya.

Sejauh ini, Kim belum menerima pendekatan dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya bertemu dengannya tiga kali pada masa jabatan pertamanya.

Di sisi lain, Kim menyebut Korea Selatan sebagai “musuh paling bermusuhan” dan menutup kemungkinan dialog dengan negara tetangganya. Ia menilai sikap rekonsiliasi yang dikampanyekan pemerintah Seoul bersifat menipu dan tidak tulus.

Sejak menjabat pada Juni tahun lalu, pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung telah melakukan sejumlah langkah untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang secara teknis masih berada dalam kondisi perang. Namun, Korea Utara secara konsisten menolak upaya tersebut.

Kim juga menyatakan Pyongyang dapat memulai tindakan sepihak jika Korea Selatan melakukan “perilaku yang menjengkelkan” terhadap negaranya.

“Keruntuhan total Korea Selatan tidak dapat dikesampingkan,” kata Kim, menurut KCNA.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imam Islamic Centre di AS Diberondong Tembakan Setelah Buka Puasa, Pelaku Masih Buron
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Akhir Kasus Pembajakan Byon Combat Showbiz Vol. 5
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Segera Panggil Dirut LPDP
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AI Masuk Dunia Medis, Deteksi Kanker Jadi Lebih Cepat
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ammar Zoni Kecewa Saksi yang Meringankan Tak Hadir
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.