Pertamina Tunggu Kejelasan Mitra Garap Proyek PLTGU Rp28,4 Triliun di Afsel

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mengungkapkan perkembangan proyek pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) di Afrika Selatan.

Adapun, proyek yang semula bakal digarap bersama Guma Africa Group Limited itu memiliki potensi kerja sama senilai US$1,7 miliar atau setara Rp28,49 triliun (asumsi kurs Rp16.759 per US$).

Pengembangan proyek kelistrikan tersebut diperkirakan akan memiliki kapasitas sebesar 2 x 800 megawatt (MW) atau hampir setara dengan PLTGU Jawa-1 yang berkapasitas 1.760 MW. Pengumuman terkait kerja sama pada proyek ini sejatinya terjadi sejak 2024 lalu.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anies mengaku hingga saat ini, belum ada perkembangan berarti dari proyek PLTGU di Afrika Selatan tersebut. Dia mengatakan bahwa Pertamina NRE masih menunggu kejelasan dari Guma Africa Group Limited.

Pasalnya, perusahaan tersebut yang memang mengajak Pertamina NRE menanam modal di sektor PLTGU Afrika Selatan. John juga menyebut nota kesepahaman (MoU) yang diteken pada 2024 bersifat tak mengikat.

"Jadi kami masih menunggu lah dari mereka [Guma Africa Group Limited]. Karena yang menawarkan kan mereka. Mungkin mereka juga ada kendala di domestiknya. Apakah masalah teknis atau masalah finansial itu. Belum ada kabar lagi," tutur John kepada Bisnis dikutip Kamis (26/2/2026).

John menegaskan, pihaknya siap saja untuk berinvestasi di Afrika Selatan. Di satu sisi, pihaknya juga tetap mendorong investasi di dalam negeri.

"Tapi kalau kami diminta, ada yang tertarik kami menjadi investor IPP [independent power producer] di situ [Afrika Selatan], kami siap," ucap John.

Asal tahu saja, pada 2024 lalu, Pertamina NRE dan Guma Africa Group Limited menjalin kerja sama untuk proyek PLTGU di Afrika Selatan. Saat itu, John mengatakan, jumlah investasi senilai US$1,7 miliar bisa jadi berubah mengikuti pergerakan harga material dan biaya operasional di kawasan tersebut.

Di samping itu, John juga memperkirakan berdasarkan studi sejauh ini, pembangunan pembangkit listrik berbasis gas itu dapat rampung dalam waktu 18-24 bulan.  

"Kalau dari kami maunya secepat mungkin, tentu saja akan disesuaikan dengan rencana yang ada di South Africa sendiri. Jadi sekarang ini memang kita harus nanti melihat data lebih detail," tuturnya di sela agenda Indonesia Africa-Forum (IAF) 2024 pada September 2024 lalu.

Dengan pengalaman PNRE dalam membangun PLTGU Jawa-1, John optimistis Pertamina dapat membantu negara tersebut untuk melakukan transisi energi. Terlebih, di sektor kelistrikan, dia menilai Afrika Selatan masih kekurangan pasokan.  

John menuturkan, untuk memasok gas yang diperlukan dalam proyek PLTGU tersebut akan menggunakan liquefied natural gas (LNG) dengan konsep floating storage regasification unit (FSRU).  

"Jadi menerima LNG, kita convert jadi gas, gasnya nanti masuk ke gas engine untuk menjadi listrik," tuturnya. 

Baca Juga

  • Pertamina NRE Siapkan Strategi Multi-Feedstock Dorong Mandatori E10
  • Pertamina NRE Gandeng Toyota Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung
  • Pertamina NRE Mau Bangun PLTGU di Afrika Selatan, Segini Kisaran Investasinya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alex Noerdin Meninggal Dunia, Kejagung Hentikan Perkara Korupsi Pasar Cinde
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Menteri Wihaji Apresiasi TP PKK Makassar dan Beri Penghargaan kepada Melinda Aksa
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Sumedang Dukung Percepatan Pengembangan Kawasan Rebana untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
ADB beri komitmen pendanaan 2,55 miliar dolar AS untuk RI pada 2025
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab dan Perbankan Sidoarjo Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan dan Debitur Usaha Mikro
• 5 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.