REPUBLIKA.CO.ID, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi non-akademik membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak 13 mahasiswanya berhasil menaiki podium juara pada ajang LIGA DKI Jakarta Series 12 cabang olahraga taekwondo yang digelar pada 13–15 Februari 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur.
Kejuaraan bergengsi yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) DKI Jakarta ini diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa UNM dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sukses membawa pulang 6 medali Juara 1 dan 7 medali Juara 2 pada kategori Poomsae dan Kyorugi.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNM tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu bersaing dalam bidang olahraga di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan berkelanjutan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UNM, dukungan fasilitas latihan, serta pendampingan intensif sebelum dan selama kompetisi berlangsung. Kampus secara konsisten mendorong pengembangan minat dan bakat mahasiswa sebagai bagian dari pembentukan kompetensi holistik.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Taopik Hidayat, Pembina UKM Taekwondo UNM, menegaskan bahwa prestasi non akademik memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa.
“Kami memandang prestasi non akademik sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Dukungan terhadap minat dan bakat mahasiswa merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk lulusan yang unggul, disiplin, dan berdaya saing,” ujarnya dalam rilis, Kamis (26/2/2026).
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM tidak hanya fokus pada penguatan kompetensi teknologi dan kewirausahaan. UNM juga membangun karakter tangguh, sportif, dan percaya diri melalui berbagai kegiatan positif dan kompetitif.
“UNM berkomitmen terus memperkuat ekosistem pengembangan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif berorganisasi, mengikuti kompetisi, serta mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dan non akademik sebagai bekal menghadapi dunia profesional dan persaingan global,” kata Taopik.




