Memasuki tahun baru, tren resolusi tak lagi sekadar soal karier dan finansial. Beauty, kesehatan kulit kini semakin dilihat sebagai bagian dari investasi diri yang berdampak langsung pada kepercayaan diri dan peluang profesional.
Di tengah persaingan kerja yang terbuka dan era personal branding yang serbavisual, penampilan menjadi bagian dari nilai personal seseorang.
Sejumlah riset menunjukkan korelasi antara penampilan dan persepsi profesionalisme. Studi berjudul “The Effects of Physical Appearance of Business Women on their Career” yang dilakukan pada pekerja perempuan di sektor perbankan komersial Korea menemukan bahwa penampilan fisik memengaruhi perkembangan karier dan cara individu dipersepsikan di lingkungan kerja.
Individu dengan tampilan sehat dan terawat dinilai memiliki kepercayaan diri lebih tinggi serta citra profesional yang lebih positif.
Di Indonesia, kesadaran ini beriringan dengan pergeseran standar kecantikan. Jika dulu kulit putih kerap dianggap tolok ukur utama, kini tren bergerak menuju konsep Glowing Bright Healthy Skin yakni kulit cerah, sehat, bercahaya, dengan tekstur halus dan hidrasi optimal.
Standar baru ini lebih menekankan kesehatan kulit jangka panjang dibanding sekadar warna.
Namun tantangan tidak ringan. Paparan sinar matahari tropis, polusi udara, stres, kurang tidur, hingga paparan layar digital mempercepat munculnya kulit kusam. Kondisi ini bukan hanya soal warna yang menggelap, tetapi juga akumulasi melanin, tekstur tidak merata, inflamasi, serta dehidrasi kulit.
Menjawab kondisi tersebut, SAÉ Clinique Gading Serpong memperkenalkan ThréeLumine, sistem perawatan tiga tahap yang dirancang untuk mengatasi tiga akar penyebab kulit kusam: melanin dan bulu halus, tekstur kulit yang tidak merata, serta inflamasi.
dr. Sebastian, Founder dan Medical Director SAÉ Clinique, menegaskan bahwa pendekatan kulit kusam tidak bisa dilakukan secara parsial.
"Di tengah intensnya paparan matahari yang memicu akumulasi melanin serta padatnya gaya hidup urban, menjaga wajah agar selalu tampak segar menjadi tantangan tersendiri. Kulit yang tampak kusam bukan sekadar soal warna kulit yang menggelap, melainkan mencerminkan adanya permasalahan mulai dari penumpukan melanin, tekstur kulit yang tidak merata, hingga faktor inflamasi yang dapat meredupkan cahaya alami kulit. Oleh karena itu, permasalahan kulit kusam tidak dapat ditangani hanya dari permukaan kulit saja; kita butuh pendekatan yang strategis dan holistik," jelas dr. Sebastian.
Sistem ini mencakup tiga teknologi, yaitu:
- Brightening Laser: Teknologi laser ini bekerja secara presisi menyamarkan hiperpigmentasi seperti PIH (bekas jerawat kehitaman) dan PIE (bekas jerawat kemerahan), sekaligus membantu mengurangi bulu halus pada wajah agar pantulan cahaya pada kulit tampak lebih merata dan bersih.
- Revive by RedTouch: Laser tanpa suntik dan tanpa rasa sakit ini menstimulasi kolagen secara mendalam untuk memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan elastisitas, serta membantu meredakan kemerahan akibat inflamasi.
- Glow Booster: Tahap hidrasi intensif untuk mengatasi kulit kering dan dehidrasi agar hasil cerah lebih tahan lama dan tampilan glowing terlihat sehat serta seimbang.
Model dan influencer Olivia Pramaisella mengaku menjaga kondisi kulit menjadi bagian penting dari rutinitasnya.
"Dengan aktivitas segudang di bawah terik matahari, seringkali kekusaman kulit tidak dapat dihindari. Namun aku tidak perlu takut karena hadirnya ThréeLumine 3 step mutahir dalam memusnahkan kekusaman pada wajah. Wajah tidak hanya jadi lebih cerah, namun juga halus dan berkilau berkat bantuan setiap tahapannya. Glowing Bright Healthy Skin with ThréeLumine Only at SAÉ Clinique," ungkap Olivia Pramaisella.





