FAJAR, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan sikap yang berbeda dengan Partai NasDem terkait wacana besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT). Jika NasDem mengusulkan kenaikan angka, PSI justru mengharapkan ambang batas tersebut berada di angka nol persen.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa usulan PT nol persen ini merupakan upaya untuk menyesuaikan dengan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang juga diharapkan nol persen. Hal ini menanggapi pernyataan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, yang sebelumnya mendorong agar PT ditingkatkan menjadi tujuh persen.
Menurut Bestari, penerapan ambang batas yang tinggi, seperti tujuh persen, berpotensi memberikan dampak negatif terhadap keterwakilan suara rakyat di parlemen. Ia menilai banyak partai peserta pemilu yang terancam gagal melenggang ke Senayan karena tidak mampu melampaui angka tersebut secara nasional.
“Masyarakat yang sudah memberikan suara kepada seseorang dari partai tertentu, itu terpaksa harus kecewa,” ujar Bestari pada Rabu (25/2). Ia menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh terbuang percuma hanya karena aturan ambang batas yang tinggi.
Lebih lanjut, pihak PSI menganggap upaya meninggikan angka PT sebagai salah satu bentuk hambatan bagi partai-partai baru untuk bertumbuh dalam sistem demokrasi. Bagi PSI, angka nol persen adalah angka yang ideal demi memastikan setiap aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui partai politik tetap terjaga keterwakilannya di parlemen. (jpnn/*)





