Jombang, VIVA – Aparat Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, mengusut kasus kematian ibu dan anaknya yang jenazahnya ditemukan di bekas asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, yang diduga menjadi korban pembunuhan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang Ajun Komisaris Polisi Dimas Robin di Jombang, Kamis, mengemukakan polisi masih mencocokkan data kedua korban.
Dari laporan yang masuk, ada suami yang mengaku kehilangan istri serta anaknya yang masih berusia lima tahun. Saat ini, polisi masih berusaha mengidentifikasi korban.
"Jenazah belum berhasil diidentifikasi karena ada kendala beberapa sidik jari yang sudah rusak. Jadi, belum bisa kami baca dengan alat identifikasi," katanya.
Ia mengatakan di lokasi kejadian ditemukan kendaraan roda dua. Polisi memeriksa kendaraan itu dan mendapati nama yang diduga adalah suami korban.
Kendaraan tersebut ditemukan di pintu masuk gedung bekas asrama polisi yang ada di Dusun/Desa Rejoagung, Jombang.
Saat ini, polisi masih berusaha menyelidiki, termasuk meminta keterangan dari pria yang mengaku kehilangan istri dan anaknya.
Pria itu juga telah melapor ke petugas kehilangan istrinya. Dari keterangan yang didapat, istrinya meninggalkan rumah pada pagi hari bersama sang anak.
"Secara penyelidikan di lapangan, suami sudah melaporkan orang hilang. Secara ilmiah belum bisa kami dapatkan identitasnya. Namun, dugaan sementara kuat memang ini ibu dan anak," ujarnya.
Polisi juga melakukan otopsi terkait dengan temuan jenazah tersebut sebagai upaya untuk memastikan penyebab kematiannya sekaligus mengetahui identitas kedua jenazah tersebut.
"Dilakukan autopsi untuk tahu penyebab kematian. Nanti kami sampaikan sekaligus memastikan identitasnya," kata dia.
Terkait sidik jari yang rusak, Dimas mengatakan petugas akan berusaha mencari alternatif yang lain, misalnya dengan tes DNA.
Dua jenazah yang ditemukan di bekas asrama polisi yang ada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, diduga adalah ibu dan anak. Keduanya ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan tanpa busana, Rabu 25 Februari 2026.
Selain itu, sebagian kulit tubuh juga melepuh seperti usai terbakar. Saat ditemukan, kedua mayat dalam kondisi miring sehingga berhadapan. (Ant)





