KEK Industropolis Batang merupakan bagian entitas bisnis di bawah naungan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Danareksa.
IDXChannel - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang secara resmi mengirim 156 karyawannya untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, China.
Program pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu Periode I pada November 2025 sampai Februari 2026, dan Periode II pada Maret hingga Juni 2026.
"Dari total jumlah peserta, sebanyak 80 persen di antaranya merupakan tenaga kerja asli Batang. Jadi (pelatihan di China) ini sekaligus mencerminkan komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal fase operasional," ujar Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M Burhan Murtaki, dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Burhan, KEK Industropolis Batang merupakan bagian entitas bisnis di bawah naungan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Danareksa.
Karenanya, sebagai bagian dari keluarga besar BUMN, sudah selayaknya bagi KEK Industropolis untuk turut berperan dalam peningkatan kualitas kinerja masyarakat, yang di antaranya dilakukan melalui program pelatihan semacam ini.
Burhan menjelaskan, pihaknya memposisikan program pelatihan ini sebagai cerminan atas model investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan.
"Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang bukan hanya membangun fasilitas produksi, tapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya. Pengiriman tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan knowledge sharing yang nyata. Inilah fondasi daya saing industri jangka panjang," ujar Burhan.
Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan dijalankan oleh tenaga kerja lokal, sementara posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian. Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia.
Program pengiriman tenaga kerja ke China ini memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal secara berkelanjutan.
Sementara, HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan langsung di fasilitas China karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, dan trainer masih terpusat di sana.
"Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan begitu, saat fasilitas di Batang mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global," ujar Agnes.
Kompetensi yang dipelajari meliputi operator dan operator mesin produksi, quality assurance (QA), teknisi mesin, sterilisasi, waste water management, production material control (PMC), hingga sistem dan teknologi produksi.
Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga penguatan kemampuan manajerial sesuai jabatan masing-masing karyawan.
Agnes juga menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, di mana Manajemen Allmed China menargetkan dalam lima tahun ke depan operasional PT Ace Medical Products Indonesia dapat sepenuhnya dikelola oleh tenaga kerja Indonesia.
"Setelah kembali ke Batang, para peserta akan ditempatkan sesuai posisi masing-masing dan berperan dalam transfer pengetahuan kepada karyawan baru melalui mekanisme kontrol dan evaluasi berkelanjutan," ujar Agnes.
(taufan sukma)





