Pasar otomotif Thailand mencatatkan lonjakan signifikan pada Januari 2026 karena penjualan kendaraan baru naik hampir 54% menjadi 73.936 unit, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 48.092 unit.
Januari menjadi bulan kesepuluh berturut-turut pertumbuhan pasar otomotif Thailand. Kenaikan ini terjadi setelah dua tahun penurunan tajam, ketika konsumen dan pelaku usaha kecil yang terlilit utang rumah tangga dan ganjalan memperoleh pembiayaan akibat pengetatan aturan kredit oleh perbankan.
Pemulihan pasar otomotif sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Thailand pada kuartal IV 2025 tercatat 2,5% secara tahunan, naik dari 1,2% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh konsumsi domestik dan pertumbuhan investasi yang lebih kuat.
Untuk mendorong pertumbuhan, bank sentral Thailand telah memangkas suku bunga acuan dari 2,5% menjadi 1,25% dalam 18 bulan terakhir.
Selain itu, lonjakan penjualan pada Januari terutama dipicu peningkatan pengiriman kendaraan listrik (EV) yang dibeli sebelum program insentif EV3.0 berakhir pada akhir 2025. Program tersebut kini telah digantikan oleh EV3.5 yang menawarkan insentif lebih rendah.
Selain itu, produsen otomotif asal China juga menggencarkan promosi dan pemasaran menjelang akhir tahun lalu guna memenuhi target produksi tahunan mereka.
Data pemerintah menunjukkan:
- Penjualan battery electric vehicles (BEV) melonjak 354% secara tahunan menjadi 31.860 unit.
- Penjualan hybrid electric vehicles (HEV) naik 19% menjadi 12.650 unit.
- Sebaliknya, penjualan pikap bermesin pembakaran internal (ICE) turun 6% menjadi 11.500 unit.
Di sisi produksi, output kendaraan Thailand meningkat 10,5% menjadi 118.386 unit pada Januari. Namun, ekspor justru turun 6,3% menjadi 58.405 unit.
Penurunan ekspor dipengaruhi oleh penguatan nilai baht serta meningkatnya persaingan global dari produsen otomotif China.
FTI menaikkan target produksi kendaraan tahun 2026 menjadi 1,5 juta unit, terdiri dari 550.000 unit untuk pasar domestik dan 950.000 unit untuk ekspor.
Sementara itu, lembaga riset GlobalData memperkirakan penjualan kendaraan ringan domestik Thailand hanya akan tumbuh 1,4% menjadi 626.000 unit pada 2026, setelah sebelumnya naik 9% menjadi 617.000 unit pada 2025.
Kendati awal tahun dibuka dengan pertumbuhan impresif, tantangan dari sisi ekspor dan dinamika insentif kendaraan listrik diperkirakan tetap menjadi faktor penentu arah pasar otomotif Thailand sepanjang 2026.





