60 PATBM Terbentuk, Kabupaten Luwu Utara Perkuat Sistem Perlindungan Anak

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MASAMBA- Kabupaten Luwu Utara mencatat pencapaian penting dalam upaya pemenuhan hak anak melalui penguatan sistem perlindungan berbasis komunitas.

Sejak 2021, kolaborasi antara Save the Children Indonesia dan Perkumpulan Wallacea, dengan dukungan dari Mars, Incorporated, telah menjalankan program Responsible Cocoa Farming untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak di wilayah sentra kakao tersebut.

Program ini menitikberatkan pada penguatan sistem perlindungan anak berbasis komunitas, dengan tujuan mencegah keterlibatan anak dalam pekerjaan berbahaya sekaligus memastikan standar perlindungan anak yang lebih baik.

Keberhasilan inisiatif ini terlihat dari terbentuknya 20 kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa-desa intervensi yang kini aktif menangani dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak.

Dampak positif tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berkolaborasi dengan para tokoh penggerak atau champion PATBM untuk mengaktivasi 40 PATBM tambahan di luar wilayah program melalui pendanaan kabupaten dan desa.

Sinergi ini tidak hanya meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap isu anak, tetapi juga menjadikan penggerak komunitas sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi pola pengasuhan positif dan mengenali bentuk pekerjaan berisiko bagi anak.

Langkah konkret pemerintah daerah dipertegas melalui formalisasi Forum Koordinasi PATBM tingkat kabupaten melalui SK Bupati Luwu Utara tahun 2026. Forum ini diharapkan menjadi wadah optimalisasi peran PATBM dan partisipasi masyarakat dalam perlindungan anak di tingkat desa.

Senior Manager Agriculture Portofolio Lead Save the Children Indonesia, Ihwana Mustafa, menegaskan pentingnya penguatan keluarga dalam upaya perlindungan anak.

“Perlindungan anak yang berkelanjutan berakar pada keluarga yang tangguh. Melalui penguatan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan, literasi keuangan, serta pengembangan usaha, kita tidak hanya sedang menghentikan praktik pekerja anak, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan generasi yang lebih sejahtera,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengapresiasi capaian program yang telah berjalan selama lima tahun tersebut.

Ia meminta OPD terkait mengadopsi pendekatan yang dilakukan Wallacea dan Save the Children atas dukungan MARS dan Grow Asia.

Menurutnya, terdapat dua hal penting dari program ini. Pertama, lahirnya sumber daya manusia berupa para ibu champion serta keterlibatan pemerintah desa dan daerah. Kedua, tersusunnya modul-modul pengetahuan yang dapat ditempatkan di perpustakaan desa.

“Di Luwu Utara ini punya masalah besar dengan kemiskinan yang harus diselesaikan. Ini bisa diadopsi menjadi model dalam penyelesaian kemiskinan. Kami harap, baik MARS, Save the Children maupun Wallacea untuk terus berkomunikasi dengan PATBM yang sudah terbentuk ini,” ujarnya.

“Dengan Champion 100 orang, 90 VSLA, maka Dinas Sosial dan DPMD bisa membuat program untuk turun ke masyarakat. Kalau perlu kita SK-kan dalam bentuk program yang dibiayai APBD,” tutupnya. (shd)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyeksi Jadi Striker Utama Timnas Indonesia di FIFA Series Maret 2026, Ole Romeny Masih Seret Gol di Oxford United
• 7 jam lalubola.com
thumb
Bareskrim Tegaskan Proses Pidana Kasus Pandji Pragiwaksono Tetap Berjalan meski Sudah Sidang Adat
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Viral MBG TV Bakal Mengudara, Waka BGN Buka Suara
• 20 jam laludetik.com
thumb
Kim Jong Un Tegaskan Siap Konfrontasi atau Damai dengan AS, Hubungan Bergantung pada Sikap Washington
• 36 menit lalupantau.com
thumb
Ibu Tiri Penganiaya Bocah NS Ternyata ASN Kemenag di Sukabumi
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.