Garuda (GIAA) Siapkan Merger Maskapai Semester I/2026, Fokus Efisiensi Rute

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) ditargetkan masuk fase optimalisasi melalui remapping rute-rute operasional pada 2026 ini setelah sepanjang tahun lalu fokus memperbaiki kinerja fundamental.

Managing Director Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Rohan Hafas memaparkan suntikan modal Rp23 triliun yang digelontorkan kepada maskapai penerbangan nasional tersebut pada tahun lalu mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pemulihan operasional dan pertumbuhan penumpang.

Seiring mengudaranya kembali sejumlah pesawat Garuda yang sebelumnya grounded, Rohan menyebut trafik penumpang Garuda tercatat tumbuh sekitar 10,5% secara tahunan sepanjang 2025. Perbaikan juga mulai tampak dari tingkat keterisian kursi (Seat Load Factor/SLF) Garuda meningkat dari 77% menjadi sekitar 80–81% secara tahunan.

Dengan demikian, sepanjang  2025 maskapai pelat merah tersebut fokus pada pembenahan fundamental, mulai dari tata kelola, struktur organisasi, hingga penguatan permodalan. Memasuki 2026 ini, dia menyoroti pembenahan rute penerbangan baik domestik maupun penerbangan internasional ke Australia, Jepang, Belanda, hingga Arab Saudi.

“Pada 2026 dan ke-depan ini kami ingin memperkuat Air Service Agreement [ASA] dan reciprocal agreement agar frekuensi penerbangan lebih berimbang," ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Sejalan dengan perbaikan fundamental, Rohan mengatakan Danantara tetap melanjutkan rencana holding dan merger maskapai agar integrasi sistem pemesanan, mileage, dan rute antara Garuda, Citilink, dan Pelita Air untuk meningkatkan efisiensi tanpa harus menambah pesawat baru.

Baca Juga

  • RI Wajib Beli 50 Pesawat Boeing, Menhub: Semuanya Garuda Indonesia
  • Insentif Mudik Lebaran, Garuda Indonesia (GIAA) Bidik Kinerja Positif
  • Dirut Garuda Indonesia (GIAA) Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Apa?

Menurutnya dengan langkah merger terlebih dahulu akan terjadi penambahan jumlah pesawat secara signifikan yang mendorong efisiensi operasional. Dia menargetkan merger terjadi pada Semester I/2026 ini.

Namun demikian hingga kini dia belum memaparkan secara pasti terkait dengan mekanismenya.

Dia juga mengatakan tak memasang target muluk terhadap Garuda pada tahun ini, karena untuk membalikkan kinerja rapor merah ke rapor hijau membutuhkan waktu.

“Kami targetnya ekuitas positif tapi selain depositif tapi kalau laba belum dari perspektif  kami, butuh waktu,” lanjutnya.

Adapun emiten dengan kode saham GIAA mencatatkan rugi bersih sebesar US$182,53 juta atau Rp3,03 triliun (asumsi kurs Rp16.631 per dolar AS) per kuartal III/2025.

Berdasarkan laporan keuangan, rugi bersih GIAA itu membengkak 39,10% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya US$131,22 juta atau Rp2,18 triliun.

Membengkaknya rugi GIAA sejalan dengan pendapatan usaha yang turun 6,7% YoY menjadi US$2,39 miliar per kuartal III/2025, dibandingkan US$2,56 miliar per kuartal III/2024. Pendapatan GIAA terbesar berasal dari penerbangan berjadwal yang turun 8,52% YoY menjadi US$1,84 miliar. Kemudian, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal naik 2,88% YoY menjadi US$299,55 juta.

Di sisi lain, GIAA membukukan beban usaha yang susut dari US$2,38 miliar per kuartal III/2024, menjadi US$2,28 miliar per kuartal III/2025. Akan tetapi, setelah dipengaruhi pendapatan dan beban lainnya, GIAA membukukan rugi sebelum pajak penghasilan yang naik 42,98% YoY menjadi US$211,71 juta per kuartal III/2025.

Garuda Indonesia (Persero) Tbk. - TradingView
_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Nabi Yusuf yang Bisa Diceritakan ke Anak: Sabar dan Pemaaf
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-detik Mobil Tabrak Sejumlah Kendaraan di Jakpus lalu Dikepung Warga
• 20 jam laludetik.com
thumb
Alasan Bareskrim Tak Tahan Wagub Babel Hellyana
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perang Sarung di Grobogan Berujung Maut, Seorang Anak Tewas
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
100 Personel Gabungan Pelototi Tanah Abang, Cegah PKL Kembali Berjualan di Trotoar Usai Ditertibkan
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.