Tak Cuma Jago Kandang, Motor Honda Indonesia Ekspor 1 Juta Unit

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Industri sepeda motor nasional tak hanya bertumpu pada pasar domestik, tetapi juga menunjukkan daya saing kuat di pasar ekspor. Sepanjang tahun lalu, ekspor sepeda motor buatan Indonesia tercatat signifikan, baik dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) maupun terurai (completely knocked down/CKD).

Wakil Presiden Direktur Eksekutif PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengungkapkan, ekspor CBU mencapai 223 ribu unit. Sementara itu, ekspor dalam bentuk CKD mendekati 1 juta unit dalam setahun.

Baca Juga :
Indonesia Saingi India dan China di Pasar Sepeda Motor Dunia
Untung Rp350 Juta Per Hektare, Titiek Soeharto: Ekspor Bawang Brebes Bisa Jadi Role Model Nasional

“Untuk ekspor, tahun lalu kita mencatat 223 ribu unit CBU dan hampir 1 juta unit CKD,” ujar Thomas di Jakarta.

Tak hanya dalam setahun, kontribusi ekspor dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren positif. Dalam rentang sekitar lima hingga delapan tahun terakhir, total ekspor sepeda motor telah mencapai sekitar 2,5 juta unit. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa produk buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Menurut Thomas, penguatan ekspor tidak lepas dari peningkatan kualitas manufaktur dan efisiensi produksi di dalam negeri. Selain itu, strategi lokalisasi komponen atau tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) juga terus diperkuat.

Saat ini, rata-rata TKDN sepeda motor produksi AHM berada di kisaran 45 hingga 55 persen. Artinya, lebih dari separuh komponen kendaraan telah diproduksi di dalam negeri, melibatkan jaringan industri komponen yang luas.

Langkah ini dinilai penting dalam mendorong hilirisasi dan memperkuat struktur industri otomotif nasional. Dengan semakin tinggi kandungan lokal, dampak ekonomi yang tercipta juga semakin besar, baik bagi industri komponen tier 1, tier 2, maupun tier 3.

Selain memperkuat daya saing harga, peningkatan TKDN juga mendukung ketahanan industri terhadap fluktuasi nilai tukar dan dinamika rantai pasok global. Hal tersebut menjadi salah satu fondasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar besar, tetapi juga basis produksi dan ekspor yang diperhitungkan.

Thomas menegaskan, pengembangan ekspor dan peningkatan kandungan lokal akan terus menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Tidak hanya fokus pada domestik, tetapi juga bagaimana kita bisa berkontribusi melalui ekspor dan memperkuat industri dalam negeri,” ujarnya.

Baca Juga :
Motor Murah Ini Tampangnya Siap Jelajah, Eh Ternyata Pas Buat Harian
Mendag Pede Perjanjian Dagang ART Bakal Dongkrak Ekspor Indonesia ke AS
Gak Heboh, TVS Sudah Produksi 1 Juta Kendaraan di RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ADB Siap Guyur Rp45,3 Triliun untuk Proyek Penting RI, Apa Saja?
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Namanya Jawa Banget, Pemain Keturunan Surabaya Ini Belum juga Dilirik PSSI Padahal Potensi Bela Timnas Indonesia
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Bertemu Presiden MBZ
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Jadup ke Korban Bencana di Bener Meriah
• 2 menit laludetik.com
thumb
Foto: Tangis Pecah Ibunda Fandi di DPR, Bantah Anak Terlibat Sabu 2 Ton
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.