Mendag: Kopdes Merah Putih Buka Kolaborasi dengan Ritel Modern

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih tidak semata berbicara soal persaingan dengan ritel modern, melainkan membuka ruang kolaborasi distribusi demi memperkuat ekonomi desa.

Menurutnya, tujuan utama Kopdes/Kel Merah Putih adalah mendekatkan distribusi barang kepada konsumen di wilayah pedesaan sekaligus memberdayakan perekonomian lokal.

“Koperasi desa itu memang untuk pemberdayaan ekonomi di desa. Justru ini kesempatan bagus untuk kolaborasi dengan minimarket dan distributor agar produk-produk bisa disalurkan melalui koperasi desa,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (26/2).

Baca juga : Kontroversi Menkop soal Ritel Modern, Pengamat: Maksudnya Baik, tapi Pesan Komunikasinya Perlu Diperbaiki

Ia menjelaskan, praktik kemitraan tersebut sejatinya bukan hal baru. Selama ini, toko kelontong di berbagai daerah telah menjalin kerja sama pasokan dengan ritel modern maupun distributor besar. Skema serupa dapat diterapkan pada Koperasi Merah Putih.

Budi menilai, Kopdes/Kel Merah Putih memiliki sejumlah keunggulan. Selain dapat berfungsi layaknya minimarket dengan variasi produk lebih banyak, koperasi desa juga bisa menyediakan alat pertanian, pupuk, hingga obat-obatan. Bahkan, dalam pengembangannya, Kopdes/Kel Merah Putih berpotensi berfungsi sebagai apotek, klinik, hingga menjadi agregator untuk kegiatan ekspor produk desa.

“Jangkauan Kopdes/Kel Merah Putih ini lebih luas. Bukan hanya ritel, tapi juga bisa mendukung kebutuhan produktif masyarakat desa,” katanya.

Baca juga : MDLA Gandeng Compawnion Perkuat Distribusi Segmen Pet Care

Terkait perizinan ritel modern, Budi menegaskan kewenangan tersebut berada di pemerintah daerah sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW). Karena itu, ia meyakini pemerintah daerah akan bijak dalam mengatur keseimbangan antara ritel modern dan koperasi desa.

“Koperasi desa ini milik desa. Apa pun yang dihasilkan akan kembali untuk kemakmuran masyarakat desa. Jadi pemberdayaan ekonominya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap Kopdes/Kel Merah Putih dapat berkembang secara proporsional sebagai lembaga ekonomi desa yang kuat, sekaligus menjadi mitra strategis dalam sistem distribusi nasional tanpa menimbulkan dikotomi dengan pelaku ritel modern. (Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus COD Ponsel Berujung Pembunuhan, Kapolres Sumedang: Pelaku Rencanakan Aksi Jauh-Jauh Hari
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
LPDP Masih Hitung Pengembalian Dana Beasiswa Suami yang Ogah Anaknya Jadi WNI
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Buka Peluang Awasi 1.179 SPPG Milik Polri Usai Permintaan ICW
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Otorita IKN Catat Investasi Swasta yang masuk Awal 2026 Capai Rp 72 Triliun
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
RI Darurat Sampah! Deputi KLH Terjun ke Sungai Angkut Sampah
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.