BMKG Deteksi Pertumbuhan Awan Konvektif, Waspada Hujan Sedang- Lebat

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

BMKG mendeteksi pertumbuhan awan konvektif yang sangat signifikan dan meluas di sebagian wilayah Indonesia.

BMKG Deteksi Pertumbuhan Awan Konvektif, Waspada Hujan Sedang- Lebat. (Foto: Dok. BMKG)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pertumbuhan awan konvektif yang sangat signifikan dan meluas dari ujung barat hingga ujung timur wilayah Indonesia.

Pantauan ini berdasarkan hasil citra satelit inframerah Himawari-9 yang diambil pada Rabu, 26 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Pertumbuhan awan konvektif ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga:
BMKG: Perubahan Iklim Nyata, Siklon Senyar Hasilkan Curah Hujan Tertinggi Sejak 1991

Berdasarkan analisis citra satelit tersebut, sebaran awan konvektif yang berpotensi membawa hujan intensitas sedang hingga lebat terpantau terkonsentrasi di wilayah Sumatera yang mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Kondisi serupa juga terlihat di sebagian besar Pulau Jawa dan Bali, khususnya di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, serta Bali. Selain itu, wilayah Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Maluku turut menunjukkan aktivitas awan yang cukup masif.

Baca Juga:
Gempa M 6,1 Guncang Alaska, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Timbulkan Tsunami di Indonesia

Wilayah Papua juga menjadi perhatian utama karena hampir seluruh daratannya tertutup awan konvektif tebal, mulai dari Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, hingga Papua Tengah.

Selain itu, dari pantauan BMKG tersebut tampak suhu puncak awan di wilayah-wilayah tersebut mencapai angka yang sangat rendah, yang mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan Cumulonimbus yang kuat. Fenomena ini biasanya disertai dengan kilat, petir, serta angin kencang yang berdurasi singkat.

Baca Juga:
Gempa M7,2 Guncang Sabah Malaysia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, maupun tanah longsor di daerah perbukitan.

Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi media sosial BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dinamis di lingkungan masing-masing.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II Bahas Dinamika Palestina
• 8 jam laluokezone.com
thumb
KLH Tunggu Hasil Uji Pestisida Sungai Cisadane
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasus Brimob Aniaya Siswa Jadi Ujian Profesionalitas, DPR Desak Evaluasi Fungsi Penanganan Polri
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Kementerian Haji dan Umrah Ungkap Masa Tunggu Haji Makassar Kini 26 Tahun, Sebelumnya 48 Tahun
• 2 jam laluharianfajar
thumb
PAM Jaya Targetkan 2.000 Toren Gratis untuk Warga Jakarta pada 2026
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.