Pantau - Investasi swasta yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tercatat lebih kurang Rp72 triliun hingga awal 2026.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan, "Perkembangan investasi di IKN terus menunjukkan tren positif,".
Investasi yang ditandatangani pada tahun ini mencakup pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik seperti pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, serta fasilitas olahraga di wilayah pengembangan WP 1A dan 1C.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi yang diikat melalui perjanjian kerja sama (PKS).
Kerja sama tersebut bertujuan mendorong masuknya berbagai investasi sekaligus menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat di kawasan ibu kota negara baru.
Seluruh proyek di WP 1A dan 1C mendukung kebutuhan harian penghuni kawasan termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di IKN.
Hingga awal 2026, sebanyak 57 perusahaan telah berkomitmen melakukan investasi di IKN dengan nilai investasi swasta murni sekitar Rp72 triliun.
Otorita IKN memastikan kemudahan proses perizinan serta pendampingan bagi investor agar pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dan tepat.
Basuki menyampaikan percepatan pembangunan fasilitas komersial, sosial, dan pendukung lainnya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kawasan serta memperkuat daya tarik IKN sebagai pusat peradaban baru di Indonesia.
Perwakilan investor dari PT Maxi Nusantara Raya Suni Yuwono Kusbandi menegaskan kehadiran perusahaannya di IKN tidak semata berorientasi pada keuntungan tetapi juga sebagai kontributor dalam pembangunan kawasan.




