Program Permakanan Lansia dan Disabilitas Bakal Dipadukan dengan Skema MBG Nasional

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, program MBG bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas merupakan lanjutan dari program Permakanan.

Permakanan merupakan program Kemensos.

Setiap lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan makanan siap santap melalui para pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas) di daerah.

"Skema MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya (Permakanan) lebih luas dan standar gizinya lebih terukur," ucap Gus Ipul, usai pertemuan dengan Kepala BGN Dadan Hindayana, dikutip dari siaran pers, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Muncul MBG TV, Nanik: Tidak Ada Kaitan Apa Pun dengan BGN

Gus Ipul menyebut, ia dan Dadan terus berkoordinasi untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas.

"Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya," ujar Gus Ipul.

Melalui kerja sama dengan BGN, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang tersebar di daerah.

Sementara penjangkauan kepada penerima manfaat tetap dilakukan melalui mekanisme layanan sosial Kemensos yang sudah berjalan.

"Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver," kata dia.

Baca juga: BGN Bantah Punya Program MBG TV

Sasaran program ini adalah lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1-5.

Diprioritaskan bagi lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.

"Terima kasih Prof Dadan, selama ini telah membimbing kami untuk menyusun satu konsep, sehingga ini sudah terintegrasi dengan MBG secara menyeluruh," tutur Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menilai bahwa program MBG lansia dan penyandang disabilitas akan semakin mudah dengan adanya SPPG.

"Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 kilometer," ujar Dadan.

Baca juga: Anggaran Pendidikan Tetap 20 Persen APBN, Misbakhun Pastikan Alokasi MBG Tak Kurangi Porsi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menambahkan, pembagian peran antara BGN dan Kemensos membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan dapat berjalan lebih efektif.

"Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi, ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lapangan Padel Pulomas Disegel, Pengelola Diberi Waktu Sehari Kosongkan Barang
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Potret Keakraban 2 Sahabat Lama, Saat Raja Yordania Abdullah II Sopiri Prabowo ke Bandara
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Nvidia catat rekor pendapatan pada kuartal IV 2025
• 54 menit laluantaranews.com
thumb
MD Pictures Umumkan Pemain Film Filosofi Teras, Zee Asadel dan Sherina Main Bareng
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sujud Depan Ketua Komisi III DPR! Ibu ABK Fandi & Radiet Cari Keadilan untuk Anak Didampingi Hotman
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.