Anggota DPR: Kasus Keracunan MBG Sangat Menyakiti Dunia Pendidikan

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Berbagai kasus keracunan makanan akibat mengkonsumsi sajian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih sering terjadi, bahkan selama periode Januari 2026 terdapat sekitar 50 kasus. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto meminta pada pengelola MBG lebih serius memperhatikan tata kelola untuk menghindari kasus-kasus seperti ini terulang. 

Baca Juga :
Anggota DPR: Program MBG jadi Momentum Emas Terhadap Peternakan RI
Soal Insentif SPPG, BGN Sebut Sudah Masuk Pagu Rp 15 ribu per Menu MBG

"Gimana bisa melangkah ke makanan bergizi, soal makanan layak konsumsi saja masih jadi masalah," ujar Pulung dalam keterangannya, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Pulung, Badan Gizi Nasional (BGN) harus lebih cermat dalam melaksanakan tata kelola agar program yang menghabiskan dana hampir 10 persen dari APBN ini tidak malah menyusahkan penerimanya. 

"Dana APBN yang dihabiskan untuk program ini sangat besar. Jika output-nya masih banyak masalah, mubazir banget," ungkap Pulung. 

Apalagi, lanjut dia, sebagian besar dana MBG diambil dari anggaran pendidikan. Artinya, dengan adanya MBG ini, mau tidak mau banyak program pendidikan yang tidak kebagian budget.

Siswa SD Tumbang Usai Santap MBG di Sekolah dan Posyandu
Photo :
  • Jo Kenaru/tvOne

Dari Rp769 triliun anggaran pendidikan dalam APBN 2026, sebanyak Rp223 triliun habis kesedot oleh MBG. 

"Kasus-kasus keracunan MBG di berbagai sekolah sudah pasti sangat menyakiti dunia pendidikan kita," katanya.

Puling menambahkan bahwa tujuan besar pemerintah untuk memperbaiki gizi masyarakat melalui program ini mungkin baik. Hanya saja, tata kelola dapur dan transparansi alokasi budget tidak kalah penting. 

"Yang dibutuhkan sekarang ini adalah kecakapan manajemen, tata kelola dapur, transparansi alokasi budget, dan berbagai hal teknis lainnya. Bukan hanya slogan tentang memberi makan rakyat," katanya.

Lebih jauh, Pulung menilai keberhasilan MBG tidak cukup dinilai hanya dari banyaknya jumlah penerima manfaat. "Percuma kuantitas jika kualitasnya masih jadi persoalan," pungkasnya.

Baca Juga :
BGN Wanti-wanti Mobil Dapur MBG Tak Dipakai untuk Belanja ke Pasar
Ancaman BGN buat Mitra yang Mark Up Bahan Baku MBG, Bakal Disuspend
BGN Minta MBG Ramadhan Tak Lagi Dikemas Kantong Plastik, Menu Kacang Diganti Telur

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok Pangan di Sulteng Dipastikan Memadai Selama Ramadan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jalur Mudik di Jawa Barat Dipastikan Aman dan Nyaman
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Babak Baru Kasus Anak di Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Negara-Negara yang Telah Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Iran
• 50 menit lalurepublika.co.id
thumb
Ngabuburit Penuh Ilmu, Perpustakaan Masjid Istiqlal Jadi Ruang Teduh Warga
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.