Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan ia akan fokus pada perluasan persenjataan nuklir negaranya. Dia juga mengatakan bahwa prospek peningkatan hubungan dengan Amerika Serikat sepenuhnya bergantung pada sikap Washington.
"Merupakan tekad kuat partai kita untuk lebih memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir nasional kita, dan sepenuhnya menjalankan status kita sebagai negara nuklir," kata Kim dalam pidatonya di Kongres Kesembilan Partai Buruh yang berkuasa di Korut.
"Kita akan fokus pada proyek-proyek untuk meningkatkan jumlah senjata nuklir dan memperluas sarana operasional nuklir," imbuhnya seperti dilaporkan media pemerintah Korut, KCNA, dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (26/2/2026).
Korea Utara telah merakit sekitar 50 hulu ledak, memiliki cukup bahan fisil untuk memproduksi hingga 40 hulu ledak lagi, dan mempercepat produksi bahan fisil lebih lanjut, menurut perkiraan lembaga think tank Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) tahun lalu.
KCNA melaporkan, Kim juga memaparkan rencana Korea Utara untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua yang lebih kuat, termasuk yang dapat diluncurkan dari bawah air, sistem serangan yang menggunakan kecerdasan buatan dan senjata yang dapat menyerang satelit musuh.
Kongres tersebut diakhiri dengan parade militer di Pyongyang, ibu kota Korea Utara pada hari Rabu (25/2) waktu setempat. Foto-foto media pemerintah tentang parade militer menunjukkan formasi tentara berbaris di alun-alun Kim Il Sung yang terang benderang. Sementara di podium, Kim dan putrinya, Ju Ae, berdiri bersama para pejabat senior.
Beberapa pasukan dalam parade mengenakan kamuflase dan perlengkapan perang khusus, dan jet-jet tempur melakukan atraksi terbang rendah.
(ita/ita)





