Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara buka puasa bersama sejumlah kelompok organisasi kemasyarakatan (Ormas) hingga Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Kegiatan itu juga dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.
Kegiatan buka puasa bersama digelar di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 17.00 WIB.
Jenderal Sigit terlihat tiba mengenakan baju dinas Polri lengkap dengan peci berwarna hitam. Dia didampingi oleh Komjen Yuda Gustawan, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri hingga sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri.
Kegiatan diawali pembacaan Al-Quran oleh Qari cilik Muhammad Zian Fahrezi dan Tilawah oleh Risa Rosalia Dewi. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada perwakilan anak yatim yang hadir.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah ramadhan yang dibawakan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) dan buka puasa bersama.
Sebelumnya, pada Rabu (25/5) Kapolri juga telah menggelar kegiatan pembagian takjil hingga buka puasa bersama dengan insan pers. Acara ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus menguatkan sinergisitas antara Polri dengan media.
"Ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan," kata Jenderal Sigit di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).
Menurut Jenderal Sigit, media adalah mitra yang sangat strategis untuk institusi Korps Bhayangkara. Menurutnya, suara media adalah suara publik.
"Oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi," ujar Jenderal Sigit.
"Dan tentunya hal-hal tersebut menjadi tolak ukur, begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar," tambahnya.
Kapolri menekankan, institusi Polri memiliki kewajiban untuk melaksanakan apa yang terus disuarakan oleh media. Mengingat, hal itu mewakili kepentingan masyarakat.
"Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara," pungkas Jenderal Sigit.
(ond/ygs)





