Jebolan Super League di Liga 2: PSS Sleman Tanpa Tocantins, Persela Lamongan Evaluasi, PSIS Memanas Jelang Laga Penentu

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SLEMAN — Kabar kurang sedap datang dari PSS Sleman jelang lawatan ke markas Persela Lamongan pada 1 Maret mendatang di ajang Pegadaian Championship.

Striker andalan mereka, Gustavo Tocantins, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning. Kehilangan ini jelas bukan perkara kecil.

Dari 19 pertandingan, penyerang asal Brasil itu telah mencetak 15 gol dan bertengger di posisi kedua daftar top skor Championship. Produktivitasnya menjadi fondasi permainan Super Elang Jawa sepanjang musim ini.

Pelatih Ansyari Lubis tak menampik besarnya peran Tocantins. Namun ia memastikan tim sudah menyiapkan alternatif.

“Hanya Tocantins yang absen. Selebihnya aman,” ujarnya.

Absennya mesin gol utama akan menguji kedalaman skuad PSS. Tanpa sosok target man yang konsisten mencetak gol, efektivitas serangan mereka kini dipertanyakan.

Persela Lamongan Lakukan Evaluasi

Di sisi lain, Persela Lamongan juga tidak sepenuhnya dalam kondisi ideal. Evaluasi internal terus dilakukan setelah hasil yang belum stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Persela memahami bahwa laga melawan PSS adalah momentum penting, terlebih lawan datang tanpa striker utamanya. Situasi ini membuka peluang untuk bermain lebih agresif dan memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah.

Namun di kompetisi seketat Championship, absennya satu pemain tidak otomatis mengubah peta kekuatan. Justru sering kali tim yang kehilangan pemain kunci tampil lebih solid secara kolektif.

Bagaimana dengan PSIS Semarang?

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di kubu PSIS Semarang.

Sore di Lapangan POJ Semarang, tensi latihan terasa jauh lebih panas dari biasanya. Jelang laga tandang menghadapi Persiba Balikpapan, para pemain menunjukkan intensitas tinggi yang bahkan sempat memicu ketegangan.

Aldair Simanca dan Rafinha terlibat duel keras dalam gim internal. Adu argumen tak terhindarkan sebelum akhirnya diredam pemain senior. Situasi serupa juga terjadi antara Fahmi Al Ayyubi dan Esteban Vizcarra.

Namun pelatih Andri Ramawi melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Baginya, gesekan tersebut adalah cermin daya saing.

PSIS sedang berada di fase krusial. Peluang keluar dari zona degradasi terbuka, tetapi hanya jika mampu meraih hasil maksimal di Balikpapan.

Rafinha datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah tampil menentukan dalam dua laga terakhir. Sementara Aldair berada dalam tekanan untuk membuktikan diri kembali layak mengisi lini belakang utama.

Kompetisi internal menjadi semakin ketat.

Liga 2: Tekanan untuk Bangkit

Fenomena menarik terlihat pada tim-tim jebolan Super League yang kini berlaga di Championship. Nama besar tak lagi menjamin dominasi.

PSS harus membuktikan bisa menang tanpa top skor mereka.

Persela mencoba menemukan stabilitas.

PSIS bertarung bukan hanya dengan lawan, tetapi dengan tekanan klasemen.

Liga 2 musim ini bukan sekadar kompetisi teknis. Ia menjadi arena ujian mental.

Dan dalam situasi seperti ini, bukan hanya kualitas individu yang menentukan.

Melainkan kedalaman skuad, soliditas tim, serta kemampuan menjaga emosi di tengah tekanan.

Karena di fase akhir musim, yang bertahan bukan selalu yang paling bertalenta.

Tetapi yang paling siap menghadapi krisis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PKP Targetkan Penyintas Bencana di Sumatera Tempati Huntap Sebelum Lebaran
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Komisi III DPR Bantah Intervensi Kasus ABK Fandi: Pidana Mati Harus Selektif
• 10 jam laludetik.com
thumb
Meksiko Mencekam, Nasib Piala Dunia 2026 Terancam?
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Diramal Turun, Saham AADI, ADRO hingga MEDC Jadi Rekomendasi Analis
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polres Jaksel Usut Laporan soal Lapangan Padel yang Dikeluhkan Warga
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.