Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan memperkuat strategi pelaksanaan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) guna mencapai target seluas 6.053 hektare pada 2026 sebagai bagian dari upaya menekan laju lahan kritis dan memperbaiki tata air secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel) Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Kamis, mengatakan penguatan strategi tersebut dilakukan melalui penetapan lokasi prioritas berbasis tingkat kekritisan lahan dan kondisi hidrologis DAS, peningkatan kualitas bibit dan teknik silvikultur, serta penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai pengendali kegiatan di tingkat tapak.
“Mekanisme monitoring dan pelaporan juga diperketat untuk memastikan keberhasilan tumbuh tanaman, bukan sekadar capaian luasan tanam,” ucapnya.
Selain itu, Dishut Kalsel juga memperkuat strategi itu melalui rapat koordinasi dan mengevaluasi kegiatan penanaman Rehabilitasi DAS 2025 yang dirangkai dengan pembahasan target 2026.
Dalam evaluasi pelaksanaan program 2025, Dishut Kalsel menelaah progres penanaman, tingkat keberhasilan tumbuh, kegiatan pemeliharaan tanaman, mengidentifikasi sejumlah kendala antara lain akses lokasi rehabilitasi, faktor cuaca, serta kebutuhan penguatan partisipasi masyarakat sekitar kawasan.
Baca juga: Dishut Kalsel perkuat sentra kayu dan rehabilitasi mangrove
Fathimatuzzahra mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan perencanaan 2026 agar pelaksanaan lebih terukur dan berbasis data lapangan.
Setelah menetapkan target 6.053 hektare, Dishut Kalsel juga membahas skema serah terima hasil rehabilitasi sesuai ketentuan agar pengelolaan pasca-rehabilitasi tetap terjaga.
“Rehabilitasi DAS harus dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari luasan tanam, tetapi juga dari daya hidup tanaman dan dampaknya terhadap penurunan erosi serta perbaikan tata air,” ujar Fathimatuzzahra.
Forum tersebut dihadiri Kepala UPTD KPH lingkup Dishut Kalsel, Kepala UPTD Tahura Sultan Adam, perwakilan BPDAS Barito, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, serta pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
Baca juga: Kalsel usul 9 lokasi mangrove ke Kemenhut untuk FOLU Net Sink 2030
Melalui penguatan strategi, evaluasi menyeluruh, dan kolaborasi multi-pihak, Dishut Kalsel optimistis target rehabilitasi DAS 6.053 hektare pada 2026 dapat tercapai dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel) Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Kamis, mengatakan penguatan strategi tersebut dilakukan melalui penetapan lokasi prioritas berbasis tingkat kekritisan lahan dan kondisi hidrologis DAS, peningkatan kualitas bibit dan teknik silvikultur, serta penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai pengendali kegiatan di tingkat tapak.
“Mekanisme monitoring dan pelaporan juga diperketat untuk memastikan keberhasilan tumbuh tanaman, bukan sekadar capaian luasan tanam,” ucapnya.
Selain itu, Dishut Kalsel juga memperkuat strategi itu melalui rapat koordinasi dan mengevaluasi kegiatan penanaman Rehabilitasi DAS 2025 yang dirangkai dengan pembahasan target 2026.
Dalam evaluasi pelaksanaan program 2025, Dishut Kalsel menelaah progres penanaman, tingkat keberhasilan tumbuh, kegiatan pemeliharaan tanaman, mengidentifikasi sejumlah kendala antara lain akses lokasi rehabilitasi, faktor cuaca, serta kebutuhan penguatan partisipasi masyarakat sekitar kawasan.
Baca juga: Dishut Kalsel perkuat sentra kayu dan rehabilitasi mangrove
Fathimatuzzahra mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan perencanaan 2026 agar pelaksanaan lebih terukur dan berbasis data lapangan.
Setelah menetapkan target 6.053 hektare, Dishut Kalsel juga membahas skema serah terima hasil rehabilitasi sesuai ketentuan agar pengelolaan pasca-rehabilitasi tetap terjaga.
“Rehabilitasi DAS harus dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari luasan tanam, tetapi juga dari daya hidup tanaman dan dampaknya terhadap penurunan erosi serta perbaikan tata air,” ujar Fathimatuzzahra.
Forum tersebut dihadiri Kepala UPTD KPH lingkup Dishut Kalsel, Kepala UPTD Tahura Sultan Adam, perwakilan BPDAS Barito, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, serta pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
Baca juga: Kalsel usul 9 lokasi mangrove ke Kemenhut untuk FOLU Net Sink 2030
Melalui penguatan strategi, evaluasi menyeluruh, dan kolaborasi multi-pihak, Dishut Kalsel optimistis target rehabilitasi DAS 6.053 hektare pada 2026 dapat tercapai dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat Kalimantan Selatan.




