Amerika Serikat (AS) kembali menekankan pentingnya dunia untuk menekan pengembangan nuklir dari Iran. Menurutnya, negara tersebut diam-diam tengah berupaya mengembangkan senjata nuklir mesti fasilitasnya sudah dihancurkan di Juni 2025.
Wakil Presiden Amerika Serikat, James Vance mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat yang mengindikasikan adanya pengembangan senjata nuklir yang dilakukan oleh Iran. Hal ini akan menjadi salah satu perhatian pihaknya dalam negosiasi hari ini di Jenewa, Swiss.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Tak Berikan Iran Banyak Opsi: Kesepakatan Nuklir Wajib Berlaku Permanen
Ia juga bahwa negosiasi tersebut akan dihadiri oleh Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner. Keduanya akan menegaskan bahwa senjata nuklir tidak boleh dimiliki oleh Iran.
“Prinsipnya sangat sederhana: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Vance, dikutip dari Reuters.
Negosiasi Jenewa sendiri bertujuan untuk menilai apakah masih terdapat peluang mencapai kesepakatan terkait pengembangan nuklir dari Iran. AS sendiri bersiap mengerahkan kekuatan militer jika mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa serangan udara tahun lalu telah menghancurkan fasilitas nuklir dari Iran.
Baca Juga: Indonesia Resmi Teken Perjanjian Dagang Resiprokal dengan Amerika Serikat
Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei membantah bahwa fasilitas nuklir negaranya telah dihancurkan oleh serangan dari AS.
Trump disindir dan dikecam oleh Khamenei. Ia mengatakan agar sang presiden untuk terus bermimpi jika meyakini serangan udara yang dilakukannya telah menghancurkan fasilitas nuklir dari Iran.
Adapun Iran kini menegaskan tetap membuka ruang diplomasi dengan Amerika Serikat. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyampaikan bahwa negosiasi tetap menjadi prioritas utama Teheran, meski bergantung pada sikap dan langkah Washington.
Baca Juga: Negosiasi atau Perang, Iran Sudah Punya Rencana Hadapi Invasi Amerika Serikat (AS)
“Kami siap mencapai kesepakatan secepat mungkin. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mewujudkannya. Kami akan memasuki ruang perundingan dengan kejujuran dan itikad baik penuh,” ujar Takht-Ravanchi.
Namun, Iran juga melayangkan peringatan keras bahwa pihaknya akan merespons secara tegas apabila Amerika Serikat melancarkan serangan militer lebih lanjut.
Teheran sendiri mengisyaratkan kesiapan memberikan konsesi terbatas atas program nuklirnya. Skema yang tengah dipertimbangkan meliputi pengiriman sekitar setengah dari persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, pengenceran sisa stok uranium, serta partisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional.
Sebagai imbalannya, mereka menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pengakuan resmi dari atas hak melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.
Baca Juga: Tak Rela Iran Diserang, China Kembali Peringatkan Amerika Serikat (AS)
Iran dan Amerika Serikat hingga kini masih bersitegang soal pengembangan nuklir karena perbedaan posisi kedua negara masih menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan.





