RedDoorz mempercepat langkah ekspansinya di Indonesia dengan menargetkan penambahan 100 hingga 150 hotel yang dikelola langsung hingga 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kendali operasional sekaligus meningkatkan konsistensi layanan di tengah pertumbuhan permintaan perjalanan domestik.
Di Indonesia, jaringan mitra properti RedDoorz telah hadir di lebih dari 300 kota dan terus berkembang. “Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling strategis dan potensial bagi RedDoorz, yang didorong oleh kuatnya permintaan perjalanan domestik serta meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang andal dan terjangkau,” kata Founder dan CEO RedDoorz Amit Saberwal, di Jakarta, Kamis (26/2).
Sebanyak 100 mitra properti tambahan tersebut akan beroperasi di bawah merek RedDoorz, SANS, dan URBANVIEW. SANS diposisikan sebagai jenama hotel ekonomis dengan konsep lifestyle yang modern dan trendi, sementara URBANVIEW menyasar wisatawan perkotaan yang mencari akomodasi terjangkau dengan desain yang estetik dan nyaman.
Amit mengatakan, kedua jenama ini diperkenalkan pada 2020 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan multi-brand RedDoorz. Hingga saat ini, RedDoorz mengelola 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target mencapai 4.700 mitra properti hingga akhir 2026.
“Melalui perluasan portofolio properti yang dikelola langsung oleh RedDoorz, kami memiliki kendali operasional yang lebih dalam sehingga mampu menghadirkan pengalaman menginap yang konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi unit bisnis,” ujarnya.
Seiring dengan ekspansi tersebut, RedDoorz juga terus memperkuat penerapan solusi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga standar kualitas properti dalam skala besar.
Amit menyatakan, teknologi AI akan menjaga kualitas layanan dan mengoptimalkan operasional perusahaan. Selain itu, pemanfaatan AI akan mendorong profitabilitas di jaringan mitra properti yang luas dan beragam secara geografis.
Pemanfaatan teknologi AI juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian kualitas di seluruh jaringan hotel. Selama bertahun-tahun, RedDoorz sudah membangun sistem penetapan harga dan distribusi.
Pemanfaatan AI ini dilakukan melalui peluncuran RedPilot—“copilot” AI internal yang dirancang untuk mempermudah para manajer hotel yang dikelola RedDoorz. RedPilot bisa membantu menyederhanakan operasional sehari-hari, meningkatkan pengambilan keputusan melalui insight real-time, serta mendukung mitra properti dalam mengoptimalkan kinerja secara lebih efisien, sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan perhotelan berbasis teknologi.
Implementasi AI ini menjadi salah satu yang pertama di kawasan Asia Tenggara untuk jenama teknologi perhotelan. “Ini sekaligus menegaskan fokus RedDoorz dalam memanfaatkan teknologi untuk menjaga konsistensi layanan, serta profitabilitas bagi pertumbuhan bisnis,” ujar Amit.
Dalam beberapa bulan mendatang, RedDoorz berencana menerapkan teknologi AI ini di seluruh mitra properti yang dikelola perusahaan.




