USD3 Juta untuk Petani Kakao

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Mars, Incorporated, perusahaan global di bidang makanan ringan, makanan, dan perawatan hewan kesayangan, mengumumkan peluncuran Mars Impact Fund. Dana filantropi tingkat perusahaan ini dirancang untuk mempercepat dampak sosial yang bermakna dan berkelanjutan di berbagai komunitas tempat Mars beroperasi.

Direktur Eksekutif Mars Impact Fund, Michelle Grogg, menyampaikan bahwa pihaknya telah memilih Save the Children sebagai salah satu penerima pendanaan awal. Mars menyetujui dukungan selama tiga tahun senilai USD3 juta untuk pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) serta penguatan program ketahanan komunitas di wilayah penghasil kakao di Indonesia.

“Menciptakan dampak dimulai dengan mendengarkan komunitas dan bekerja bersama mitra yang memahami kebutuhan lokal,” ujar Michelle. Ia menambahkan, kolaborasi ini bertujuan mendorong inklusi keuangan, diversifikasi pendapatan, serta praktik pertanian ramah iklim guna meningkatkan mata pencaharian dan ketahanan masyarakat.

Inisiatif ini melengkapi proyek Mars Village Cluster yang dijalankan bisnis kakao Mars, yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan agroforestri. Pendanaan tersebut juga akan memperluas VSLA sebagai penggerak perubahan ekonomi di tingkat desa, sekaligus memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dan penggerak komunitas agar mampu mereplikasi program secara mandiri dan berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia, Marlyn Sumbung, menegaskan kemitraan ini merupakan wujud komitmen Mars dalam mendukung pemberdayaan komunitas dan ketahanan sosial di sentra kakao. “Kami percaya pemberdayaan ekonomi perempuan dan praktik pertanian ramah iklim akan membuka peluang baru bagi petani dan keluarga mereka,” ujarnya.

Melalui pendanaan ini, Mars Impact Fund akan mendukung 85 VSLA yang menargetkan 17.250 petani—60 persen di antaranya perempuan—untuk meningkatkan tabungan dan investasi usaha produktif. Program juga mendorong partisipasi perempuan dan pemuda dalam pengambilan keputusan melalui forum lintas pemangku kepentingan dan Rencana Aksi Komunitas.

Di bidang kesejahteraan anak, inisiatif ini memperkuat kelompok perlindungan anak di 115 desa untuk menangani isu pekerja anak, meningkatkan kehadiran sekolah, serta mempromosikan pengasuhan positif. Komunitas juga akan dibekali rencana kesiapsiagaan bencana dan praktik pertanian adaptif terhadap perubahan iklim.

Secara global, Mars telah bermitra dengan Save the Children selama lebih dari 14 tahun. Sejak 2011, Mars dan Mars Snacking Foundation menginvestasikan sekitar USD24 juta untuk kesehatan dan kesejahteraan anak, perlindungan dari pekerjaan berbahaya, tanggap darurat, serta keterlibatan karyawan.

Di Indonesia, kolaborasi ini telah menjangkau lebih dari 50.000 peserta di 92 desa di Sulawesi Selatan. Program GrowHer Kakao mencatat 70 persen pasangan peserta menerapkan praktik rumah tangga kolaboratif, sementara 40 desa mengalokasikan anggaran responsif gender hingga hampir Rp1 miliar pada 2023–2024. Selain itu, 158 rumah tangga melaporkan peningkatan pendapatan dari usaha alternatif yang dipimpin perempuan.

Program lainnya mendorong pembentukan 40 kelompok perlindungan anak yang direplikasi di 71 desa, serta terbitnya regulasi dan alokasi dana desa lebih dari Rp339 juta untuk pencegahan pekerja anak.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menyebut kolaborasi jangka panjang ini mencerminkan dedikasi bersama dalam memperluas peluang bagi perempuan dan anak serta memperkuat rantai pasok kakao yang tangguh. “Kami menghadirkan solusi berbasis komunitas untuk memberdayakan perempuan, melibatkan pemuda, dan memperkuat sistem perlindungan anak,” ujarnya.

Secara global, Mars Impact Fund akan berfokus pada tiga prioritas utama: meningkatkan ketahanan komunitas sumber daya, memperluas jalur karier ilmuwan di bidang pangan, pertanian, dan perawatan hewan, serta memperluas akses layanan kesehatan hewan pendamping di wilayah kurang terlayani.

Mars Impact Fund menargetkan kontribusi sebesar USD85 juta sepanjang 2025–2027. Mulai 2028, perusahaan memperkirakan distribusi minimal USD50 juta per tahun sebagai tambahan modal filantropi, melanjutkan komitmen Mars sebagai perusahaan keluarga yang menjadikan bisnis sebagai kekuatan untuk kebaikan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Buka Kemungkinan Awasi SPPG Milik Polri
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Diaspora Indonesia Sambut Hangat Kedatangan Prabowo di Abu Dhabi
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
PLTS 100 GW Butuh US$70 Miliar, Reformasi RUPTL Disebut Jadi Penentu
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AHY Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur Fisik dan Digital 
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Gempa 4,3 Magnitudo Guncang Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.