Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun anggaran 2026 dapat dipantau secara transparan melalui platform BOS Salur. Sistem ini menjadi gerbang utama bagi sekolah untuk memverifikasi penyaluran dana BOS, BOP PAUD, hingga BOP Kesetaraan secara daring.
Pada tahun 2026 dana BOSP akan dicairkan secara bertahap. Tahap 1 akan cair pada periode Januari - Juni dan tahap 2 periode Juli - Desember. Lantas, bagaimana cara mengecek pencairan dana BOSP secara online? Berikut panduannya: Cara cek BOS Salur 2026 Sekolah dapat mengecek pencairan dana secara mandiri melalui website resmi BOS Salur. Mengacu Tutorial Youtube Kedai PAUD, Kamis, 26 Februari 2026, berikut panduan cara mengecek BOSP Tahap 1:
- Akses situs resmi https://bosp.kemendikdasmen.go.id
- Pilih tipe login “Sekolah,” pada halaman utama website.
- Pilih “Login Alternatif Sekolah”.
- Masuk menggunakan email Dapodik, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan kode registrasi Dapodik yang sudah terdaftar.
- Setelah berhasil masuk, pastikan tahun anggaran yang terpilih adalah 2026, kemudian klik “Daftar Penyaluran” pada halaman utama website.
- Akan muncul sejumlah data penting seperti jenis salur, status proses penyaluran, hingga nilai tahap 1.
Baca Juga :
Panduan Penerimaan Universitas Tiongkok 2026: Jurusan Populer dan Realitas Ujian Wajib CSCA(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Ketentuan penggunaan dana Mengacu Permendikbud 63 tahun 2023 tentang petunjuk teknis atau Juknis BOS reguler SD, SMP dan SMA, dana BOSP reguler dapat digunakan untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan.
Mengutip laman resmi Rumah Pendidikan Kemendikdasmen, berikut tiga manfaat dana BOSP bagi sekolah: 1. Penerimaan peserta didik baru Dana BOSP dapat digunakan untuk sejumlah kegiatan penerimaan peserta didik baru yang mencakup penggandaan formulir pendaftaran, kegiatan pengenalan sekolah, pendataan ulang peserta didik lama dan kegiatan lain yang relevan dalam rangka penerimaan peserta didik baru. 2. Pengembangan perpustakaan Sesuai dengan semangat literasi nasional, perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku, melainkan jantung pembelajaran. Dana BOSP dapat dialokasikan untuk mengubah perpustakaan menjadi ruang yang adaptif dan modern.
Prioritas utama adalah memastikan setiap siswa memiliki akses ke buku teks utama baik cetak maupun digital, penyediaan atau pencetakan modul dan perangkat ajar hingga pembiayaan lain yang relevan dalam rangka pengembangan perpustakaan. 3. Pelaksanaan kegiatan belajar dan ekstrakurikuler Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran terdapat beberapa hal yang dapat dibiayai dari dana BOS reguler, diantaranya penyediaan alat pendidikan dan bahan pendukung pembelajaran, hingga penyediaan aplikasi atau perangkat lunak untuk pembelajaran.
Itu dia informasi seputar cara cek BOS Salur 2026 dan manfaatnya bagi pendidikan. Dengan menggunakan portal resmi BOS Salur, pihak sekolah dapat memantau status pencairan secara real-time dan memanfaatkan dananya untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. (Surya Mahmuda)




