Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Inovasi pembelajaran Taman Numerasi yang dikembangkan di Indonesia menarik perhatian dunia internasional, khususnya Jepang. Konsep pembelajaran numerasi yang dikemas secara menyenangkan, interaktif, dan terstruktur dinilai sejalan dengan semangat pembelajaran berpusat pada murid (Student Based Learning) yang telah lama diterapkan di Jepang.

Salah satu praktik baik tersebut hadir di SDN 04 Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Sekolah ini mengembangkan INTAN (Inovasi Taman Numerasi) sebagai ruang belajar terbuka yang menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari melalui media konkret, permainan edukatif, dan aktivitas berbasis proyek.

Ketertarikan Jepang terhadap inovasi ini ditandai dengan kunjungan langsung Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido. Dalam kunjungannya, ia berinteraksi dengan guru dan murid serta menyaksikan langsung proses pembelajaran numerasi berbasis Taman Numerasi INTAN.

Taman Numerasi di Indonesia menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan praktik di Jepang. Jika di Jepang pembelajaran numerasi banyak memanfaatkan lingkungan sekitar secara kontekstual dan mendorong eksperimen, Taman Numerasi di Indonesia hadir lebih terstruktur dengan ruang fisik khusus yang secara eksplisit berfokus pada penguatan numerasi terintegrasi dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Kepala SDN 04 Meruya Selatan, Tri Susilawati, mengatakan inovasi ini lahir dari komitmen sekolah untuk menjadikan numerasi sebagai budaya belajar.

"Kami ingin numerasi tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang menakutkan. Melalui Taman Numerasi INTAN, siswa belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna," ujar Tri Susilawati dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 26 Februari 2026.

Guru SDN 04 Meruya Selatan, Komala Sari, menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif dan percaya diri. Media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membantu murid memahami bahwa numerasi hadir di sekitar mereka.

"Anak-anak belajar sambil bermain, sehingga tantangan numerik justru terasa menarik," jelasnya.

Sementara itu, guru lainnya, Rindy Afrizal, menilai inovasi INTAN membuktikan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari sekolah. Menurutnya, ketika guru diberi ruang untuk berkreasi, siswa akan tumbuh menjadi pembelajar yang aktif dan adaptif.

Penguatan Taman Numerasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong Gerakan Numerasi Nasional sebagai bagian dari transformasi pembelajaran. Inovasi INTAN juga memperkuat pembelajaran berdiferensiasi, dengan guru berperan sebagai fasilitator sesuai kebutuhan dan tingkat pemahaman murid.

Ketertarikan Jepang terhadap praktik Taman Numerasi INTAN menunjukkan bahwa inovasi pendidikan di Indonesia memiliki daya saing global. Praktik baik ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, kontekstual, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjanjian Dagang RI-AS: Ancaman Terselubung bagi Jurnalisme Indonesia?
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kejati Jatim SP3 Kasus Guru Honorer Rangkap Jabatan dengan Kerugian Negara 118 Juta Rupiah
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Sahur di Wilayah Zona Merah Bencana Aceh Timur
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Anggota DPR: Perlu kebijakan tegas untuk wilayah terdampak bencana
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Indo Tambangraya (ITMG) Raih Laba US$190,94 Juta pada 2025, Turun 48,96%
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.