Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan membuka peluang perluasan manfaat beasiswa pendidikan di Jakarta, termasuk bagi aparatur hingga masyarakat yang ingin kembali melanjutkan studi meski tidak lagi berusia muda.
“Saya sedikit cerita dan sebenarnya sudah berulang kali saya sampaikan, bahwa kata kunci dalam keluarga kalau ingin ada perubahan, maka yang paling utama adalah pendidikan. Sekali lagi, pendidikan,” kata Pramono di acara berbuka puasa bersama jajaran Dinas Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (26/2).
Ia menegaskan, komitmen Pemprov Jakarta terhadap sektor pendidikan tetap dijaga meski terjadi tekanan fiskal.
“Maka ketika tahun kemarin atau tahun ini dana bagi hasil Jakarta dipotong Rp 15 triliun, saya menyampaikan tiga prinsip utama yang tidak boleh berubah dalam rapat paripurna bersama jajaran Balai Kota,” katanya.
Program bantuan seperti KJP (Kartu Jakarta Pintar), KJMU (Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul), hingga pemutihan ijazah, kata Pramono, tidak boleh berkurang.
"Yang pertama adalah hal yang menyangkut KJP, KJMU, pemutihan ijazah, dan fasilitas lainnya yang kita berikan berkaitan dengan pendidikan tidak boleh berkurang se sen pun," tegasnya.
Tak hanya mempertahankan program yang sudah berjalan, Pramono juga membuka kemungkinan perluasan manfaat KJMU agar tidak hanya untuk jenjang sarjana.
Ia bahkan mempersilakan pegawai maupun masyarakat yang ingin kembali menempuh pendidikan di usia lebih matang.
“Bahkan sebenarnya KJMU saya sudah minta kepada Bu Nana (Kadis Pendidikan DKI), tidak hanya untuk S1, boleh untuk S2, boleh untuk S3. Karena itulah yang saya sampaikan tadi, yang namanya pendidikan lah yang mengubah nasib seseorang,” kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung rencana pembentukan beasiswa daerah berupa LPDP versi Jakarta. Program tersebut diharapkan bisa mulai berjalan tahun depan, dengan target awal ratusan penerima.
“Saya hanya belum bisa menyampaikan berapa jumlah kuota yang ada, tetapi saya sudah sampaikan ke Bu Nana, ‘Bu Nana, kalau bisa tahun depan sekurang-kurangnya kita bisa memberangkatkan 100 orang LPDP,’” ujarnya.
Ia menambahkan, kesempatan melanjutkan pendidikan tersebut terbuka luas, termasuk bagi warga yang sudah lanjut usia.
“Saya memberikan kesempatan juga harus fair kepada bapak-ibu saudara-saudara sekalian yang sekarang walaupun sudah agak sepuh, kalau ingin sekolah lagi, monggo. Kalau mau sekolah lagi, monggo,” tutur Pramono.





