Sebelas warga Afrika Selatan (Afsel) yang sebelumnya dibujuk untuk berperang membela Rusia di Ukraina tiba kembali di tanah air pada Rabu. Kepulangan ini menjadi bagian terbaru dari upaya memulangkan warga yang sempat mengirimkan panggilan darurat setelah terjebak di wilayah Donbas, Ukraina timur. (REUTERS/Rogan Ward)
2/5Mengutip Reuters, Kamis (26/2/2026), setibanya di Bandara Internasional King Shaka, para pria tersebut dikawal oleh aparat kepolisian. Di luar kantor polisi bandara, pendiri Partai Mkhonto Wesizwe (MKP) Jabulani Khumalo, mengatakan kepada wartawan bahwa ia membantu memfasilitasi proses kepulangan mereka, seraya membantah keterlibatan partainya dalam dugaan perekrutan tersebut. (REUTERS/Rogan Ward)
Dalam beberapa bulan terakhir, laporan mengenai pria-pria Afrika yang dijanjikan pekerjaan keamanan bergaji tinggi di Rusia namun berakhir di garis depan perang Ukraina semakin sering mencuat. Kondisi ini menimbulkan ketegangan diplomatik antara Moskow dan sejumlah negara yang warganya terdampak. (REUTERS/Rogan Ward)
4/5Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya menyebutkan 17 pria telah ditipu untuk melakukan perjalanan ke Rusia dengan dalih pekerjaan menguntungkan. Empat orang telah kembali pekan lalu, sementara 11 lainnya kini telah mendarat di tanah air. Dua orang lainnya masih berada di Rusia, termasuk satu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Moskow. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Presiden Cyril Ramaphosa disebut telah membahas persoalan ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam percakapan telepon awal bulan ini. Kantor kepresidenan menyatakan pemulangan difasilitasi melalui jalur diplomatik setelah Putin berjanji mendukung kepulangan mereka dengan aman. (REUTERS/Rogan Ward)
Add as a preferredsource on Google




