JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala SD Bhakti Luhur, Jakarta Selatan, Chairudin menyampaikan keluhan terkait mekanisme pencairan dana program sekolah swasta gratis saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Dalam pertemuan itu, awalnya Pramono meminta para kepala sekolah maju ke panggung.
Mereka diminta menyampaikan kritik dan masukan secara langsung. Chairudin, salah satunya.
Ia pun bercerita sekolahnya menjadi bagian dari program sekolah swasta gratis Pemprov DKI Jakarta dan mengaku bersyukur atas program tersebut.
“Alhamdulillah sekolah kami salah satu termasuk bagian dari sekolah swasta gratis,” kata Chairudin.
Baca juga: DKI Ranking 17 Tranportasi Publik Terbaik, Pramono: Ini Kerja Tim, Jangan Merasa Jadi Hero
Pramono kemudian meminta Chairudin menyampaikan kritik secara terbuka.
“Yang terakhir, Pak. Yang mau Bapak kritik kepada Dinas Pendidikan apa?” tanya Pramono.
Sebelum menyampaikan keluhannya, Chairudin terlebih dahulu meminta izin kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.
Ia kemudian menjawab, dengan penuh kehati-hatian.
“Boleh ya Bu ya. Izin dulu sama Ibu. Alhamdulillah pada dasarnya saya bersyukur dengan mendapat program SSG (Sekolah Swasta Gratis) ini. Yang tadi awal saya katakan, seperti durian runtuh, karena saya mendapat banyak azas manfaat. Namun, Ibu dalam pelaksanaan pencairannya jangan enam bulan, Bu,” ungkap Chairudin.
Ia menjelaskan keterlambatan pencairan membuat pihak sekolah kesulitan mengatur operasional karena kebutuhan berjalan setiap bulan.
“Saya bingung. Anak buah saya nagih terus,” lanjut Chairudin.
Menanggapi hal itu, Pramono menanyakan kepastian jadwal pencairan yang saat ini berlangsung tiap enam bulan.