Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia telah ditunjuk sebagai Wakil Komandan dalam International Stabilization Force (ISF). Presiden RI Prabowo Subianto pun telah menyatakan akan mengirimkan 8.000 personel dalam upayanya mendukung misi perdamaian di Gaza.
Kepala Biro Info Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait menjelaskan bahwa terkait pengiriman pasukan di Gaza pihaknya masih menunggu arahan.
"Saat ini kami masih menunggu arahan pimpinan untuk detail informasi yang diharapkan," kata Rico kepada Bisnis.com pada Kamis (26/2/2026).
Terlebih, saat ini, Presiden Prabowo masih berada di luar negeri. Menurutnya, Presiden akan memberikan arahan terkait teknis pengiriman pasukan dan arahan strategis ke depan.
Sebagaimana diketahui, Indonesia berkomitmen untuk mengirimkan pasukan dalam ISF di Gaza. Prabowo pun telah menegaskan komitmen Indonesia untuk mengirimkan 8.000 personel dalam mendukung misi perdamaian.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pidato singkat pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) di Washington D.C., Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Baca Juga
- Palestina Bentuk Kantor Penghubung Dengan BoP, Pasukan RI Siap Jaga Warga Sipil Gaza
- Sugiono Temui Menlu Palestina, Bahas Komitmen Dukungan RI dan Pengiriman TNI ke Gaza
- Ini Pidato Lengkap Prabowo di Board of Peace: Komitmen Perdamaian dan 8.000 Pasukan untuk Gaza
“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan. Kami siap mengerahkan pasukan untuk mengambil bagian secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional demi mewujudkan perdamaian ini,” tegasnya.
Terkait waktu pengiriman, Presiden Ke-8 RI itu mengungkapkan bahwa kelompok awal atau advance team kemungkinan akan diberangkatkan dalam waktu dekat.
"Mungkin kelompok-kelompok advance mungkin tidak lama lah, mungkin 1–2 bulan ini juga,” tandas Prabowo.
Sebelumnya, Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers juga menjelaskan bahwa sejumlah negara termasuk Indonesia berkomitmen mengirimkan pasukan dalam International ISF di Gaza.
Dalam pernyataannya, Jeffers menyampaikan bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengerahkan pasukan militer guna menjaga implementasi gencatan senjata dan stabilitas jangka panjang di Gaza.
“Saya dengan sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam International Stabilization Force yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Mesir dan Yordania berkomitmen mengirimkan polisi terlatih,” ujar Jeffers.
Jeffers juga menegaskan bahwa Indonesia menerima posisi strategis sebagai Wakil Komandan ISF, menandai peran penting negara tersebut dalam struktur komando misi stabilisasi internasional.
“Indonesia telah menerima tugas sebagai wakil komandan ISF,” pungkas Jeffers.
Penunjukan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam upaya menjaga keamanan dan mendukung proses rekonstruksi Gaza pascagencatan senjata.
Keterlibatan Indonesia dinilai sejalan dengan komitmen politik luar negeri yang menekankan perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hukum internasional.





